Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Angkasa Pura II Targetkan 71 Juta Penumpang pada 2023

Angkasa Pura II membidik tingkat pemulihan pada 2023 bisa mencapai 89 persen. Guna mencapai target itu, AP II harus mengejar target sebesar 71 juta penumpang.
Sejumlah penumpang melakukan check-in di Terminal IA Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/3/2020). PT Angkasa Pura II (Persero) memprediksi jumlah penumpang pada kuartal I/2020 bisa berkurang sebesar 218.000 orang atau sekitar 1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu akibat wabah virus corona (COVID-19) yang menyebabkan aktivitas penerbangan domestik dan internasional berkurang. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Sejumlah penumpang melakukan check-in di Terminal IA Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/3/2020). PT Angkasa Pura II (Persero) memprediksi jumlah penumpang pada kuartal I/2020 bisa berkurang sebesar 218.000 orang atau sekitar 1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu akibat wabah virus corona (COVID-19) yang menyebabkan aktivitas penerbangan domestik dan internasional berkurang. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II memilih untuk bersikap konservatif pada 2023 dengan membidik target 71 juta penumpang.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin menuturkan saat ini masih membahas rencana RKAP 2023. Namun, sejauh ini, perseroan masih optimistis pada 2023, meski dihadapkan persoalan resesi global, krisis energi, dan lainnya. Kondisi ini tentunya bakal berdampak signifikan terhadap kenaikan harga avtur.

Oleh karenanya, di samping pendekatan optimistis, AP II juga telah menyiapkan skenario konservatif. Salah satunya adalah untuk ekspansi pengembangan infrastruktur yang masih memprioritaskan pengembangan bisnis. Objek pengembangan bandara dilakukan dengan usaha kemitraan strategis.

Awaluddin memproyeksikan pada akhir tahun 2022 masih bisa mencapai target jumlah penumpang sebesar 60 juta penumpang. Saat ini, khusus untuk bandara Soetta, tingkat pemulihan sudah mencapai 81 persen. Namun apabila digabung dengan bandara yang dikelola oleh AP II lainnya, tingkat pemulihan AP II baru mencapai sebesar 69 persen sampai 71 persen.

AP II pun membidik tingkat pemulihan pada 2023 bisa mencapai 89 persen. Guna mencapai target itu, maka setidaknya AP II harus mengejar target sebesar 71 juta penumpang.

“Jadi kami optimis dengan didukung kehati-hatian dan konservatif pada 2023 menargetkan sebanyak 71 juta penumpang. Angka tersebut apabila dibandingkan dengan pada 2019, maka tingkat pemulihan sudah mendekati 89 persen,” paparnya, Kamis (17/11/2022).

Dengan demikian, pada tahun depan dengan mencapai 71 juta penumpang, tingkat pemulihan bandara yang dimiliki oleh AP II sudah lebih baik. Pada 2023, operator bandara pelat merah tersebut akan mempercepat proses pemulihan tersebut dan melakukan usaha baru untuk merestrukturisasi keuangan.

Awaluddin memperkirakan tantangan utama yang masih dihadapi oleh industri penerbangan adalah terkait dengan pemulihan kapasitas penerbangan yang membutuhkan waktu bagi maskapai untuk merestorasi jumlah pesawatnya. Namun demikian, Awaluddin berpendapat tidak akan ada persoalan dari sisi tingkat permintaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper