Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Semakin Pedas, Harga Cabai Tembus Rp77.000 per Kilogram

Berdasarkan data Informasi Pangan Jakarta per hari ini, harga cabai rawit merah sebesar Rp77.380 per kilogram, sementara harga cabai rawit hijau mencapai Rp64.166 per kilogram.
Pedagang menata barang dagangannya di Pasar Senen, Jakarta, Senin (4/5/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pedagang menata barang dagangannya di Pasar Senen, Jakarta, Senin (4/5/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Harga cabai rawit merah di pasaran dalam satu minggu terakhir menunjukkan tren kenaikan yang pada hari ini, Sabtu (4/6/2022), di wilayah Jakarta tembus lebih dari Rp70.000 per kilogram akibat ketidaktersediaan stok.

Berdasarkan data Informasi Pangan Jakarta per hari ini, harga cabai rawit merah sebesar Rp77.380 per kilogram, sementara harga cabai rawit hijau mencapai Rp64.166 per kilogram.

Hal serupa juga terjadi pada harga cabai merah keriting dan cabai merah besar (TW) yang masing masing harganya terpantau sebesar Rp63.761 dan Rp69.615 per kilogram.

Sementara bila melihat data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, hingga Jumat (3/6/2022), rata-rata harga cabai dalam seminggu terakhir naik bahkan hingga lebih dari Rp10.000 per kilogram.

Membandingkan rata-rata harga cabai rawit merah pada 25 Mei 2022 dengan 3 Juni 2022, harga sudah naik 22,8 persen atau Rp12.550 per kilogram. Pada periode yang sama, rata-rata nasional harga cabai rawit hijau naik Rp8.550, cabai merah besar Rp4.500, dan cabai merah keriting Rp7.000 per kilogram.

Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Reynaldi Sarijowan yang sedang meninjau Pasar Perumnas Cirebon, Jawa Barat, membenarkan harga cabai rawit merah yang sudah di atas Rp70.000 per kilogram akibat ketidaktersediaan stok.

 “Yes betul, memang harganya segitu bahkan cabai rawit sendiri tidak ada barangnya,” ujar Reynaldi, Sabtu (4/6/2022).

Reynaldi menyampaikan meski cabai panen raya di bulan lalu, namun stok yang terdistribusi tidak merata. “Kita panen raya di bulan lalu, tetapi masalahnya barang ini gak tersalurkan merata ke seluruh wilayah,” lanjut Reynaldi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper