Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perusahaan JPT Dibawah ALFI Akan Terapkan Multimoda Nasional

Asosiasi sudah siap melaksanakan sistem angkutan terpadu dan terintegrasi (multimoda) secara nasional sejak tahun 1990-an karena telah memiliki sistem dokumen tunggal.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 26 Juli 2020  |  20:48 WIB
Ilustrasi aktivitas bisnis angkutan barang Pelni.  - Dok. Pelni
Ilustrasi aktivitas bisnis angkutan barang Pelni. - Dok. Pelni

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) dibawah Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) dalam waktu dekat mampu menerapkan sistem angkutan barang terpadu dan terintegrasi (multimoda) secara nasional.

Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi DPP ALFI Anwar Satta menjelaskan dalam waktu dekat sistem angkutan terpadu dan terintegrasi secara nasional tersebut segera akan dilaksanakan karena ALFI sejak lama telah memiliki perangkat sistem angkutan tersebut.

“Saat ini jumlah perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) anggota ALFI sebanyak 3.412. Perusahaan tersebut akan dilibatkan dalam mewujudkan sistem angkutan multimoda nasional,” jelasnya, Minggu (26/7/2020).

Berdasarkan jumlah perusahaan anggota ALFI sebanyak itu, lanjut Anwar, 291 perusahaan berklasifikasi internasional yang telah menerapkan sistem angkutan multimoda sejak 1990-an.

Sementara itu perusahaan yang memiliki izin Badan Usaha Angkutan Multimoda (BUAM) baru 12 dan separuhnya pun anggota ALFI.

Dia menjelaskan asosiasi sudah siap melaksanakan sistem angkutan terpadu dan terintegrasi (multimoda) secara nasional sejak tahun 1990-an karena telah memiliki sistem dokumen tunggal.

Dia mencontohkan dengan memiliki sistem dokumen angkutan barang (DAB) yang dilengkapi dengan perjanjian bisnis standar atau STC (Standard Trading Condition) serta ditutup asuransi tanggung jawab (liability insurance). Bahkan, tekannya dari sistem informasi, komunikasi dan transaksi digitalnya pun sudah siap.

Anwar melanjutkan DAB yang diterbitkan ALFI (yang dahulu bernama GAFEKSI) tersebut telah mendapat pengakuan dari Bank Indonesia sebagai dokumen pendamping untuk mencairkan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) atau Letter of Credit (L/C) Lokal melalui perbankan nasional.

“Jadi dengan sistem ini pedagang antar pulau (domestik) akan diuntungkan, karena tidak perlu cash and carry dalam melakukan perdagangan, tapi cukup menggunakan L/C Lokal. Sistem ini akan membantu UMKM dan pedagangan domestik dalam suasana pandemi Covid-19 seperti saat ini,”imbuhnya.

Ketua Umum DPW ALFI Sulawesi Selatan-Barat (Sulseslbar) Syaifuddin Syahrudi menegaskan sistem angkutan barang terpadu dan terintegrasi (multimoda) secara nasional yang akan segera dilaksanakan ALFI seluruh Indonesia akan dapat memperbaiki kinerja logistik Indonesia.

“Sistem angkutan terpadu dan terintegrasi, yang bahasa kerennya dinamakan multimoda itu, akan segera dilaksanakan perusahaan JPT di seluruh Indonesia. Sistem tersebut diharapkan dapat mewujudkan sistem logistik nasional yang efektif, efisien dan kompetitif,” katanya.

Menurut dia, perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) di Sulselbar sudah terbiasa menerapkan sistem angkutan terpadu dan terintegrasi (multimoda). Pasalnya Pelabuhan Makassar Bandar Udara Internasional Hasanuddin merupakan pusat alih pemuatan (transshipment) dari Indonesia Bagian Barat dan Tengah ke wilayah Indonesia Bagian Timur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik alfi
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top