Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Diam-Diam, J&T Express Sudah Ekspansi ke China

J&T Express mengaku telah ekspansi ke China dan optimistis dalam dua tahun bisnisnya bisa semakin berkembang dan memiliki pangsa pasar yang besar.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 25 Agustus 2020  |  17:45 WIB
Pelanggan mengirim barang melalui J&T di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (22/5/2018). J&T Express memperbarui tampilan visual dan sejumlah fitur pada aplikasi yang juga mengangkat fitur order dan pelacakan sebagai menu utama. - Bisnis/Paulus Tandi Bone
Pelanggan mengirim barang melalui J&T di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (22/5/2018). J&T Express memperbarui tampilan visual dan sejumlah fitur pada aplikasi yang juga mengangkat fitur order dan pelacakan sebagai menu utama. - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - PT Global Jet Express (J&T Express) mengaku telah melakukan ekspansi ke China dan sudah memasuki persaingan pasar di sana kendati mayoritas pangsa pasar jasa kirimannya masih berasal dari Indonesia.

CEO J&T Express Robin Lo mengatakan pihaknya sudah mulai memasuki pasar jasa pengiriman ekspres di China. Pihaknya optimistis dalam 2 tahun akan menjadi salah satu jasa pengiriman ekspres besar di negara tersebut.

"Kami optimistis dalam satu dua tahun kemudian kami akan cukup eksis di salah satu negara terbesar di dunia ini. Tagline kami express your online business. Kami fokus support pengiriman barang online," ujarnya, Selasa (25/8/2020).

Dia menyebut strateginya yang utama adalah membantu UMKM dan pelaku usaha agar dapat berjualan lebih banyak lagi. Menurutnya, Indonesia menjadi tempat belajar yang membuat ekspansi ke berbagai negara menjadi lebih mudah.

Perusahaan buatan bekas CEO OPPO Indonesia ini sudah mengembangkan layanannya ke berbagai negara selain Indonesia, diantaranya Thailand, Vietnam, Singapura, Kamboja dan kini China. Dia juga tidak menutup kemungkinan memasuki pasar eropa untuk pengembangan bisnisnya.

"Cuma orang gila yang masuk market China, tingkat kompetisi sudah luar biasa. China menjadi tantangan, ketika bisa masuk dan survive negara lain tidak masalah," paparnya.

Dia menegaskan walaupun sudah ekspansi ke luar negeri, pendapatan paling besar masih didapatkan dari Indonesia. Jika dibuat perbandingan, pendapatan dari Indonesia sebesar 50 persen dan 50 persen lainnya dari seluruh negara lain.

Pasar China disasar terangnya, karena masih memiliki potensi luar biasa walaupun sudah didominasi oleh lima jasa pengiriman kilat asli negara tersebut. Dari sisi potensi, pengiriman e-commerce China mencapai 120 juta pengiriman per hari, sementara di Indonesia baru 4 juta kiriman.

"Tantangan ekspansi ke luar negeri yakni, kondisi lingkungan, kebijakan pemerintah berbeda, kebudayaan berbeda. E-commerce berbeda, kami harus mengoptimalisasi orang lokalnya, baru bisa beradaptasi dengan kondisi yang ada," paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top