Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Selama Pandemi, Pendapatan J&T Express Naik 40 Persen

J&T Express mengaku pendapatannya naik 40 persen selama pandemi Covid-19 karena adanya peningkatan aktivitas belanja daring masyarakat.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 25 Agustus 2020  |  17:39 WIB
Karyawan pengiriman barang J&T memindahkan barang kiriman di Makassar, Sulawesi Selatan pekan lalu. Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) mengatakan belum terkena imbas perang dagang yang digencarkan Presiden Donald Trump terhadap China. - Bisnis/Paulus  Tandi Bone
Karyawan pengiriman barang J&T memindahkan barang kiriman di Makassar, Sulawesi Selatan pekan lalu. Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) mengatakan belum terkena imbas perang dagang yang digencarkan Presiden Donald Trump terhadap China. - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Pendapatan PT Global Jet Express (J&T Express) justru meningkat hingga 40 persen selama pandemi Covid-19 4 bulan terakhir dibandingkan dengan kondisi normal, yang diperkirakan akibat peningkatan belanja daring.

Chief Executive Officer J&T Express Robin Lo menuturkan performa jasa pengiriman ekspresnya sempat mengalami keterbatasan akibat pembatasan sosial di awal pandemi Covid-19 memasuki Indonesia. Namun, seiring berjalannya waktu pihaknya bisa menyesuaikan.

"Selama 4 bulan terakhir peningkatan 40 persen pendapatan dibandingkan dengan waktu normal sebelum Covid-19. Karyawan lelah sedikit harus pakai masker, sortir barang sudah pakai desinfektan, yang penting pelanggan senang," jelasnya, Selasa (25/8/2020).

Menurutnya, di tengah situasi pandemi Covid-19 terjadi lonjakan aktivitas belanja online sehingga pihaknya fokus memberikan layanan yang baik supaya pelanggan kembali menggunakan jasanya.

Di sisi lain, pihaknya juga menerapkan protokol kesehatan sehingga menjamin pelanggan tetap sehat. Penerapan protokol ini terangnya berpengaruh bukan pada kelancaran tetapi terhadap pengeluaran tambahan.

"Di awal pandemi keterbatasan penerbangan dan penutupan jalan ada efek, tapi tidak terlalu banyak. Kalau bicara online, otomatis kita lihat kondisi pandemi ini banyak WFH, otomatis memengaruhi cara masyarakat berbelanja, banyak shifting ke online," paparnya.

Dia menyebut ketika awal terjadi pandemi Covid-19, pihaknya memutar otak karena ada pengurangan rute penerbangan penumpang bahkan penutupan ke daerah. Walhasil, pihaknya memilih menggunakan jalur darat untuk jaringan yang masih terjangkau infrastrukturnya.

Adapun, jalur yang sulit menggunakan jalur darat diarahkan menggunakan pesawat kargo atau freighter sehingga tetap dapat mengirimkan barang, walaupun ada sedikit keterlambatan dari standar.

Perusahaan yang dibangun oleh pendiri handphone OPPO Internasional Tony Chen dan mantan CEO OPPO Indonesia Jet Lee ini mendapatkan peningkatan di musim puncak Lebaran 2020 tidak setinggi biasanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik e-commerce
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top