Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terpuruk Sejak Maret, Maskapai Sudah PHK Berapa Karyawan?

Beberapa maskapai nasional sudah melakukan perampingan sejumlah karyawannya untuk menjaga kestabilan keuangan perusahaan selama pandemi Covid-19.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 25 Agustus 2020  |  17:33 WIB
Suasana terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (15/5/2020) siang, tampak sepi setelah sempat terjadi antrean penumpang tanpa jarak yang berisiko terjadi penularan Covid-19 pada Kamis (14/5/2020) pagi. JIBI - Bisnis/Abdul Azzam
Suasana terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (15/5/2020) siang, tampak sepi setelah sempat terjadi antrean penumpang tanpa jarak yang berisiko terjadi penularan Covid-19 pada Kamis (14/5/2020) pagi. JIBI - Bisnis/Abdul Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 telah memukul industri penerbangan secara langsung, sehingga langkah perampingan struktur biaya termasuk karyawan bisa menjadi salah satu opsinya.

Bisnis.com merangkum saat ini ada tiga perusahaan di sektor transportasi udara yang tercatat di Bursa Efek Indonesia yang telah menyampaikan laporan dampak pandemi. Mereka adalah PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA), PT AirAsia Indonesia Tbk. (CMPP) dan PT Indonesia Transport dan Infrastructure Tbk. (IATA).

Berdasarkan laporan terbarunya dalam keterbukaan informasi publik yang dikutip pada Selasa (25/8/2020), emiten berkode saham GIAA mencatat total saat ini memiliki jumlah karyawan tetap dan tidak tetap sebanyak 7433. Kondisi tersebut dengan jumlah karyawan yang dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebanyak 125 karyawan.

“Langkah lainnya yang ditempuh adalah jumlah karyawan dirumahkan hingga saat ini sebanyak 825 karyawan. Kondisi lainnya sebanyak 5.987 karyawan yang terdampak dengan status lainnya seperti pemotongan gaji hingga sebesar 50 persen dan lainnya,” tulis manajemen.

Sementara itu, PT AirAsia Indonesia Tbk. (CMPP) menyampaikan jumlah karyawan per 31 Juli 2020 mencapai sebanyak 1.624 karyawan. Hingga kini, maskapai bertarif hemat tersebut menyebutkan terdapat perubahan jumlah karyawan sebanyak 67 orang jika dibandingkan dengan jumlah karyawan per 31 Desember 2019.

Perubahan jumlah karyawan ini disebabkan oleh pengunduran diri secara sukarela yang dilakukan oleh 33 orang karyawan selama bulan Januari-Juli 2020 serta 6 orang yang kontraknya sudah berakhir pada 31 Maret 2020.

Selain itu terdapat 11 orang yang status kepegawaiannya dipindahkan ke entitas grup AirAsia dan 7 orang yang kontraknya berakhir per 31 Juli 2020 serta 10 orang lainnya tidak dilanjutkan kontraknya karena adanya restrukturisasi di dalam organisasi perusahaan.

Perseroan mengaku dengan adanya perubahan tersebut telah menjalankan kewajiban sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Manajemen AirAsia Indonesia beserta seluruh Allstars (karyawan) telah menyepakati melakukan beberapa inisiatif untuk memastikan kelancaran pengoperasian kembali penerbangan.

Salah satunya adalah penyesuaian jam kerja terhadap 533 karyawan yang dikonversikan menjadi penyesuaian gaji. Inisiatif ini dilakukan atas kesepakatan bersama untuk mendukung agility perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian termasuk perpanjangan pembatasan perjalanan di beberapa wilayah dan belum normalnya permintaan.

Di sisi lain, PT Indonesia Transport dan Infrastructure Tbk. (IATA) juga menyampaikan pandemi telah mengakibatkan berkurangnya permintaan charter pesawat yang berupa spot maupun charter oleh klien dengan kontrak jangka pendek atau menengah. Bahkan, pada entitas anak terdapat pengurangan kegiatan pemuatan batubara di pelabuhan batu bara.

Saat ini IATA tercatat memiliki 158 karyawan tetapi belum melakukan perumahan hingga aksi PHK kepada pegawainya. Maskapai dengan hub utama di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma Jakarta ini memilih langkah pemangkasan gaji kepada 56 karyawannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi maskapai penerbangan
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top