Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Begini Cara Sharp Dukung TKDN Industri Elektronika

Sharp Electronics Indonesia berupaya mendukung peningkatan TKDN industri elektronika nasional.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 08 Juli 2020  |  16:53 WIB
Logo Sharp terpampang di salah satu pameran produk elektronik di Jepang - Reuters/Toru Hanai
Logo Sharp terpampang di salah satu pameran produk elektronik di Jepang - Reuters/Toru Hanai

Bisnis.com, JAKARTA - PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) mendukung langkah pemerintah untuk meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) industri elektronika.

National Sales Senior General Manager SEID Andry Adi Utomo mengatakan hal tersebut diperlukan untuk melindungi pabrikan maupun investasi pada industri elektonika nasional. Selain itu, Adi mengklaim produk elektronika besar perseroan telah memiliki TKDN sekitar 20 persen.

"Kami sudah undang supplier [komponen elektronika] dari luar untuk masuk ke dalam negeri. Jadi, kalau ditanya bagaimana posisi Sharp terkait TKDN, kami malah mendukung [peningkatan] TKDN segera diterapkan di Indonesia," ujarnya dalam konferensi pers daring, Rabu (8/7/2020).

Andry mendata saat ini beberapa produk elektronika besar perseroan seperti kulkas dan mesin cuci telah memiliki TKDN sekitar 20 persen. Adapun, TV LED perseroan juga telah memiliki TKDN lebih dari 20 persen.

Andri menilai TKDN untuk TV digital saat ini masih sesuai dengan kemampuan perseroan. Pasalnya, pihaknya belum menemukan pemasok panel LCD ke perseroan, sedangkan panel LCD berkontribusi sekitar 50 persen dari TV perseroan.

Adnry mencatat TV digital Sharp saat ini memiliki TKDN sekitar 22 persen untuk seluruh ukuran. Adapun, pihaknya akan mempertebal porsi produksi TV digital pada masa depan.

Andry berujar pihaknya hanya akan memproduksi TV digital untuk ukuran TV 40 inchi ke atas. Sementara itu, TV analog hanya akan ditemui pada TV berukuran 24 inchi dan sebagian ukuran 32 inchi.

Berdasarkan data SEID, saat ini produksi TV berukuran 32 inchi dan kurang dari 32 inchi masih mendominasi sekitar 70 persen dari portofolio produksi TV perseroan. Sementara itu, TV berukuran 40 inchi dan ke atas berkontribusi sekitar 30 persen.

Adapun, TV berukuran 40-50 inchi memiliki kontribusi lokal sekitar 80 persen, sedangkan TV berukuran 60 inchi dan lebih masih bergantung kepada impor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur sharp tkdn
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top