Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tahun Depan, Proyek Jalur Ganda KA Bogor-Sukabumi Rampung

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan pembangunan jalur ganda kereta api (KA) Bogor-Sukabumi bisa rampung pada 2021.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 23 Juni 2020  |  14:58 WIB
Petugas memeriksa keseimbangan ketinggian rel kereta api di Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (6/4). - Antara/Harviyan Perdana Putra
Petugas memeriksa keseimbangan ketinggian rel kereta api di Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (6/4). - Antara/Harviyan Perdana Putra

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menganggarkan hingga Rp439 miliar pembangunan jalur ganda kereta api (KA) Bogor-Sukabumi demi membangun angkutan massal murah agar warga Sukabumi dapat mengakses jalur ke Ibu Kota yang rencananya selesai 2021.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan KA Bogor-Sukabumi itu dilakukan karena sekarang ini KA menjadi angkutan masal Jabodetabek yang dapat diteruskan ke wilayah yang berdekatan dengan DKI Jakarta ini.

"Nah, orang-orang Sukabumi itu bayangkan orang yang hanya 80 km susah sekali untuk mencapai [ibu kota]. Kalau jalan tol tidak bisa digunakan untuk angkutan massal murah," jelasnya dalam Rapat Kerja Komisi V DPR, Selasa (23/6/2020).

Dia mengharapkan dengan begitu, masyarakat dari daerah Sukabumi dapat membayar dengan murah menggunakan angkutan massal, misal hanya membayar Rp8.000 - Rp10.000 sekali jalan. Adapun, pembangunan double track sampai ke wilayah Sukabumi ini menggunakan skema pendanaan dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan kontrak tahun jamak (multiyears) 2019 - 2021.

"Kami memiliki rencana untuk membuat Bogor-Sukabumi-Cianjur-Bandung memiliki jalan alternatif menggunakan jalan KA selain jalan-jalan yang saat ini sudah ada," ujarnya.

Groundbreaking double track atau jalur ganda ini dikerjakan sejak Jumat (15/12/2017) Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimuljono di lokasi groundbreaking perlintasan kereta api, yaitu kompleks Griya Benda Indah, Cicurug, Sukabumi.

Adapun, pembangunan jalur ganda KA ini didorong oleh kondisi jalan raya yang menghubungkan Sukabumi–Bogor-Jakarta yang sangat padat. Pasalnya, dibutuhkan waktu lebih dari 6 jam untuk menempuh jarak sekitar 12 kilometer dari Jakarta menuju Sukabumi begitupun sebaliknya dari kondisi normal dengan waktu tempuh yang seharusnya hanya sekitar 4 jam.

Di satu sisi, pada lintas Jakarta–Bogor-Sukabumi sudah terhubung dengan moda transportasi KA. Untuk lintas Jakarta – Bogor sepanjang sekitar 55 kilometer sudah jalur ganda dan sudah elektrifikasi. Sedangkan lintas Bogor - Sukabumi sepanjang sekitar 57 kilometer masih jalur tunggal (single track).

Saat ini dengan menggunakan kereta api lama waktu perjalanan dapat ditempuh selama sekitar 3,5 jam. Lama waktu tempuh ini dapat berkurang apabila jalur ganda ini sudah terbangun.

Selain hal tersebut di atas, wilayah Jawa Barat bagian Selatan, khususnya wilayah Bogor dan Sukabumi memiliki banyak sekali potensi ekonomi seperti; pariwisata, perdagangan, industri, properti, pangan dan lain sebagainya.

Potensi ekonomi ini diharapkan dapat lebih dimaksimalkan dengan penggunaan moda transportasi KA untuk memberikan pertumbuhan ekonomi kawasan apabila jalur ganda KA ini sudah beroperasi.

Pemerintah memulai tahapan awal dalam rangka pembangunan jalur ganda lintas Bogor–Sukabumi. Pembangunan jalur ganda lintas Bogor–Sukabumi ini sendiri dilaksanakan secara parsial atau segmen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kereta api Kemenhub
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top