Pembatasan Truk Barang Selama Lebaran, Pebisnis : No Problem!

Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menyambut baik rencana pemerintah yang akan menerapkan pemabatasan angkutan barang selama 6 pari pada periode Angkutan Lebaran 2019.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 22 April 2019  |  18:45 WIB
Pembatasan Truk Barang Selama Lebaran, Pebisnis : No Problem!
Ilustsrasi - Deretan truk barang - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) menyambut baik rencana pemerintah yang akan menerapkan pemabatasan angkutan barang selama 6 pari pada periode Angkutan Lebaran 2019.


Wakil Ketua Aptrindo Kyatmaja Lookman menuturkan, pihaknya tidak melihat ada masalah pada rentang waktu pembatasan angkutan barang atau truk logistik selama periode puncak arus mudik dan arus balik Lebaran 2019.


Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan pembatasan truk tersebut mulai Jumat 31 Mei sampai dengan Minggu 2 Juni 2019 selama periode puncak arus mudik Lebaran 2019 dengan prediksi puncak arus mudik pada 31 Mei 2019. Pembatasan dimulai sejak pukul 24.00.


Sementara itu, pembatasan pada arus balik dilakukan mulai Sabtu tanggal 8 Juni sampai dengan Senin 10 Juni 2019 dengan prediksi puncak arus balik pada 9 Juni 2019. Pembatasannya dilakukan mulai pukul 24.00.


"Tanggal 30 Mei 2019 libur, tanggal 1 Juni juga libur. Kita operasi terakhir besar kemungkinan tanggal 29 Mei 2019. Saya rasa tidak ada masalah dengan larangan [truk] di atas," katanya kepada Bisnis, Senin (22/4/2019).


Dia melihat pada arus balik 10 Juni masih ada pelarangan yang akan bersinggungan dengan aktivitas angkutan barang, tetapi tidak signifikan karena angkutan barang baru kembali beroperasi setelah libur sepekan. Sebagai perwakilan pengusaha angkutan barang, dia dapat menerima pembatasan tersebut.


Di sisi lain, selama periode H-2 dan H+2 Lebaran 2019 tidak ada pelarangan angkutan, sehingga apabila ada angkutan barang yang sangat urgent untuk didistribusikan dapat menggunakan waktu-waktu cuti bersama tersebut.


Dia menyebut angkutannya kebanyakan digunakan untuk mengangkut bahan pokok dan bahan penting seperti beras dann gula. "Tidak signifikan liburnya juga masih ada kesempatan kirim saat cuti bersama kalau sangat urgent," katanya.


Lebih lanjut, perusahaannya sendiri tidak akan rencananya tidak akan melakukan kiriman barang selama peroide pelarangan, cuti Lebaran maupun saat pelaksanaan Lebaran 2019, karena biasanya para pengemudi sudah pulang ke kampung halamannya mengejar waktu malam Lebaran sudah di rumah.


"Takut tidak bisa ikut malam takbiran, jadi pada 3 Juni--4 Juni dan tanggal 7 Juni 2019 itu biasanya di rumah bersama keluarga. Kami minta kerja juga susah kecuali yang domisilinya di dekat tempat kerja, pengemudi-pengemudi ini kan kebanyakan dari daerah ya," tuturnya.


Dia juga menyebut mayoritas angkutannya termasuk dalam truk yang dilarang karena bersumbu 3 ke atas.


Selain itu, dia tidak melihat ada masalah karena pelarangan angkutan barang di Pulau Jawa terutama diberlakukan di jalur tol Trans-Jawa, sedangkan jalur jalan nasional pantai utara (pantura) tetap diperbolehkan.


"Tapi ya sudah 'no problem', pantura masih bisa dilalui juga, kita juga terbantu libur 30 Mei dan 2 Juni 2019. Beda kalau tanggal itu tidak libur tapi larangan tetap di hari Jumat jadi oke [tidak masalah]," terangnya.


Kyatmaja juga berharap agar pada 2020 tidak ada lagi pembatasan angkutan barang karena toll elevated atau tol tingkat di ruas Jakarta--Cikampek sudah selesai dibangun.


"Harapan kami toll elevated selesai sehingga tidak perlu dilarang, tampaknya molor [dari direncanakan rampung Maret 2019]. Tampaknya ya mudah-mudahan 2020 sudah tidak perlu dilarang lagi," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kemenhub, Aptrindo, pembatasan angkutan barang

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top