Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Putaran ke-5 Perjanjian Dagang RI-Rusia Cs, Ini Hasilnya

Kemendag membeberkan hasil putaran ke-5 perundingan perjanjian dagang Indonesia dengan negara anggota Uni Ekonomi Eurasia atau IEAEU FTA.
Aktivitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (22/6/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Aktivitas bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (22/6/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) membeberkan hasil putaran ke-5 perundingan perjanjian dagang Indonesia dengan negara anggota Uni Ekonomi Eurasia atau Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (IEAEU FTA).

Direktur Perundingan Bilateral Kemendag yang juga merupakan ketua kelompok delegasi Indonesia, Johni Martha mengatakan, pada putaran ke-5 perundingan IEAEU FTA kedua pihak telah menyepakati tujuh isu runding. Dengan begitu terdapat 11 dari total 15 isu runding yang telah disepakati sejak perundingan IEAEU FTA pertama kali dilakukan pada 5 Desember 2022.

Adapun, IEAEU FTA disebut bakal menjadi perjanjian dagang pertama Indonesia dengan mitra di kawasan Eurasia.

"Dalam 15 bulan, kita telah berhasil mencapai kesepakatan substansial di berbagai isu runding," kata Johni dalam keterangannya, Jumat (26/7/2024).

Menurutnya, kedua pihak sebelumnya telah berkomitmen untuk menyelesaikan perundingan dagang IEAEU FTA dalam kurun waktu dua tahun. Johni menuturkan, putaran ke-5 menjadi putaran penuh terakhir dalam perundingan IEAEU FTA dengan disepakatinya mayoritas isu runding.

Para delegasi kedua pihak, kata Johni, telah menunjukkan fleksibilitas dan komitmen tinggi dengan tetap menjaga kepentingan nasional masing-masing.

Adapun, tujuh isu runding yang disepakati dalam putaran ke-5 perundingan IEAEU–FTA antara lain, teks Bab Perdagangan Barang, Sanitasi dan Fitosanitasi, Ketentuan Akhir, Ketentuan Asal Barang, Kerja Sama Ekonomi, Perdagangan Melalui Sistem Elektronik, dan Penyelesaian Sengketa.

Sementara itu, isu tersisa yang belum disepakatiantara lainteks Bab Ketentuan Awal dan Definisi Umum, Ketentuan Umum dan Kelembagaan, Pengamanan Perdagangan, dan Persaingan Usaha, termasuk pembahasan terkait finalisasi akses pasar yang menjadi bagian dari salah satu bab teks.

"Selanjutnya, tim perundingan kedua pihak akan berfokus pada upaya penyelesaian isu tersisa secara intens," kata Johni.

Untuk diketahui, negara-negara yang masuk dalam EAEU antara lain Rusia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Armenia dan Belarusia. Selain punya potensi sebagai pasar ekspor nontradisional, Johni menyebut kawasan ini juga berpeluang menjadi hub perdagangan internasional di kawasan Eropa Timur dan Asia Tengah.

"Dengan perjanjian ini, akses pasar yang lebih baik ke negara-negara anggota EAEU memungkinkan Indonesia meningkatkan volume dan diversifikasi ekspor," ucapnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kemendag menunjukkan, nilai total perdagangan Indonesia dan EAEU pada 2023 mencapai US$3,8 miliar. Nilai total perdagangan tersebut terdiri atas ekspor Indonesia ke EAEU sebesar US$1,1 miliar dan impor Indonesia dari EAEU sebesar US$2,7 miliar.

Adapun, produk ekspor utama Indonesia ke EAEU pada 2023 adalah minyak sawit, kopra, perangkat televisi, serta mesin dan peralatan listrik. Sementara itu, produk impor Indonesia dari EAEU didominasi batu bara, pupuk, produk setengah jadi besi baja bukan paduan, dan gandum.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Rachmawati
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper