Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Survei BI: Penjualan Eceran Kuartal III/2023 Melambat, Daya Beli Keok?

Survei Bank Indonesia (BI) mencatat penjualan eceran pada kuartal III/2023 melambat. Apa penyebabnya?
Pengunjung memilih barang di salah satu outlet di pusat perbelanjaan atau mal di Jakarta, Rabu (9/11.2022). Bisnis/Himawan L Nugraharn
Pengunjung memilih barang di salah satu outlet di pusat perbelanjaan atau mal di Jakarta, Rabu (9/11.2022). Bisnis/Himawan L Nugraharn

Bisnis.com, JAKARTA – Hasil Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia (BI) mengindikasikan kinerja penjualan eceran tumbuh melambat pada kuartal III/2023.

Indeks Penjualan Riil (IPR)  kuartal III/2023 tercatat tumbuh sebesar 1,4% secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih rendah dari pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar 1,6% yoy.

Kelompok yang tercatat masih tumbuh meski melambat, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,5% yoy, serta subkelompok sandang yang tumbuh 9,4% yoy.

Pada September 2023, kinerja penjualan eceran meningkat tipis dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya, tercermin dari IPR yang tercatat sebesar 201,1 atau secara tahunan tumbuh 1,5% yoy.

“Tetap kuatnya kinerja penjualan eceran tersebut didorong oleh subkelompok sandang, kelompok suku cadang dan aksesori, serta bahan bakar kendaraan bermotor yang tumbuh lebih tinggi,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono melalui keterangan resmi, Kamis (9/11/2023).

Jika dirincikan, kinerja penjualan pada subkelompok sanang tumbuh 13,6%, kelompok suku cadang dan aksesori tumbuh 11,5%, dan bahan bakar kendaraan bermotor tumbuh sebesar 9,9% yoy.

Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau tumbuh melambat menjadi sebesar 2,3% yoy pada September 2023.

Secara bulanan, Erwin mengatakan bahwa penjualan eceran mengalami kontraksi 1,5% (month-to-month/mtm). 

Kinerja penjualan eceran yang menurun ini terutama terjadi pada subkelompok sandang sebesar -3,7%, kelompok bahan bakar kendaraan bermotor -2,2%, juga suku cadang dan aksesori serta makanan, minuman, dan tembakau, yang mana dua kelompok ini mengalami kontraksi -1,6% mtm.

"Penurunan tersebut disebabkan oleh penurunan permintaan dalam negeri, juga kendala distribusi khusus untuk bahan bakar kendaraan bermotor," jelasnya. 

Secara spasial, penjualan eceran pada September 2023 tumbuh lebih tinggi di beberapa kota, seperti Jakarta yang sebesar 15,2%, Medan 45,2%, dan Denpasar 9,8% yoy.

Di sisi lain,kota yang mengalami perlambatan kinerja penjualan eceran, yaitu Makassar, yang tumbuh sebesar 11,6% yoy.

Lebih lanjut, beberapa kota mencatatkan kontraksi pertumbuhan penjualan secara bulanan, diantaranya Surabaya sebesar -3,8%, Manado -2,5%, dan Banjarmasin -2,4% mtm.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper