Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mendag Zulhas Bertemu Mentan Syahrul Yasin Limpo, Bahas Apa?

Mendag Zulkifli Hasan bertemu dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Kantor Kementan, Jakarta pada Senin (20/6/2022).
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 20 Juni 2022  |  16:54 WIB
Mendag Zulhas Bertemu Mentan Syahrul Yasin Limpo, Bahas Apa?
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menerima kunjungan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Senin, 20 Juni 2022 / Youtube Kementan.

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) bertemu dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Kantor Kementan, Jakarta pada Senin (20/6/2022).

Dalam pertemuan tersebut, Mendag menegaskan terkait kolaborasi dengan Kementan dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Menurutnya, Kemendag dan Kementan harus berada di garda depan dalam melakukan perlindungan terhadap petani dan pedagang kecil.

"Tidak boleh ada gap (celah pemisah) antara Kementerian. Kami sudah biasa telepon-telepon, sudah beres," ujar Mendag saat mendatangi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di ruang kerjanya, Jakarta Selatan, seperti yang ditayangkan Youtube Kementan, Senin (20/6/2022).

Zulhas mengaku kolaborasi yang akan dibangun nantinya itu antara lain menjaga petani agar tidak rugi. Salah satunya membuat perlindungan atau semacam aturan agar Indonesia mampu menahan laju impor pada komoditas bawang putih, gula pasir dan juga kedelai.

"Saya dengar dari Pak Menteri itu beras lebih, jagung lebih. Nah ini bisa kita sinkronkan, kolaborasi kerjasama agar jangan sampai petani-petani kita mati karena impor yang lebih dan tidak ada aturan, yang tidak perlu seperti bawang merah dan cabai, itu kan tidak perlu impor. Nah itu perlu ada perlindungan kepada petani-petani kita," ujarnya.

Zulhas mengatakan, Kemendag siap mengikuti aturan dan semua program kementan untuk menjaga pangan Indonesia agar lebih meningkat dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani.

"Kalau perdagangan kan atur saja kan, tapi semua kan ada di pertanian. Kalau pertanian tidak dilindungi susah juga kan, nanti dimarahi petani. Memang ini harus kerjasama yang erat," ucap Zulhas.

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan terima kasih atas kunjungan Mendag Zulhas dalam rangka menjaga pangan nasional. Menurut Syahrul, kolaborasi ini merupakan sesuatu yang baik dalam membangun sektor pertanian yang lebih kuat.

"Ini sesuatu yang sangat bagus sekali untuk kita bersama-sama membangun sektor pertanian Indonesia," ujarnya.

Seperti diketahui, beberapa harga bahan pokok terpantau masih mengalami lonjakan yang signifikan seminggu terakhir. Dilihat dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan pada Senin (20/6/2022), harga telur ayam ras Rp29.400, atau naik 7,3 persen dari Rp27.400 seminggu yang lalu. Padahal, harga telur normalnya Rp22 sampai Rp25 ribu per kg.

Cabe merah besar Rp68.900 atau naik 70,12 persen dari Rp40.500, cabe merah keriting Rp Rp71.300, naik 80,51 persen dari Rp39.500 per kg, cabai rawit merah Rp92.200 per kg naik 100,87 persen dari Rp89.900.

Untuk harga bawang merah pun sama, saat ini Rp55.100 naik 40,20 persen dari Rp39.300, bawang putih Rp27.200, turun -10,82 persen dari Rp30.500.

Sementara itu, minyak goreng curah mengalami penurunan -4,62 persen jadi Rp16.400 per liter, turun dari Rp17.300 pekan lalu, minyak goreng kemasan jadi Rp22.500, turun - 5,46 persen dari Rp23.800 per liter. Sementara itu, beras premium harganya stabil di angka Rp12.500 per kg, begitu juga beras medium Rp10.400 per kg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pangan mentan mendag zulkifli hasan syahrul yasin limpo
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top