Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tekan Ongkos Kirim, Ninja Xpress Pakai 120 Mesin DWS

Ninja Xpress menggunakan 120 unit mesin DWS untuk menekan ongkos kirim.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 10 Juni 2022  |  15:48 WIB
Tekan Ongkos Kirim, Ninja Xpress Pakai 120 Mesin DWS
Para karyawan warehouse Ninja Xpress di Bekasi, Jawa Barat, sedang mengukur dimensi dan menimbang berat barang yang akan dikirim menggunakan mesin otomatis dimension weight and scanning (DWS), Jumat (10/6/2022) - Dok. Ninja Xpress.

Bisnis.com, JAKARTA - Ninja Xpress berupaya meningkatkan akurasi dan efisiensi penghitungan paket dengan menggunakan mesin dimension weight and scanning (DWS) yang bisa menekan biaya pengiriman.

Ninja Xpress telah mengoperasikan 120 mesin DWS di Jawa-Bali untuk penyortiran barang yang akan dikirim. Selain ditimbang dan diukur secara otomatis, DWS akan mengambil foto barang/paket yang sedang dilayani secara otomatis guna menjadi bukti bagi pengguna jasa (shipper).

Menurut VP of Sort Ninja Xpress Jimmy Haposan, penggunaan DWS sangat membantu untuk menghindari perbedaan atau dispute antara perusahaan dan shipper. Apalagi, data dimensi dan berat barang serta foto sudah terdata di dalam mesin.

"Terutama [untuk pengiriman barang] jalur udara terkadang kalau [barang] diukur secara manual ada dispute juga dengan pihak bandara. Maka kita minimalisasi dispute sejak dari internal memakai DWS secara otomatis," terangnya di Warehouse Ninja Xpress, Jumat (10/6/2022).

Saat ini, total 120 mesin DWS yang dimiliki baru melayani pengukuran barang di 33 warehouse Ninja Xpress di Jawa-Bali. Karena, saat ini pun mayoritas pengiriman barang melalui Ninja Xpress berada di daerah tersebut.

Pada 2023, Ninja Xpress akan mendorong penggunaan DWS lebih masif lagi di Jawa-Bali, serta memperluas penggunaannya pada sejumlah warehouse di Sumatera. Ke depan, 95 persen paket yang yang dikirim Ninja Express ditargetkan untuk terlebih dahulu disortir dan diukur secara otomatis.

"[Target penambahan DWS menjadi] lebih dari 300 di awal 2023," kata Jimmy.

Adapun, saat ini Ninja Xpress memiliki total 57 warehouse di Indonesia untuk menjadi pusat pengumpulan barang sebelum nantinya dikirim secara last mile melalui kurir ke pemesan barang. Untuk kegiatan penyortiran secara last mile, Ninja Xpress mengoperasikan lebih dari 900 station di seluruh Tanah Air.

Ke depan, perusahaan pengiriman last-mile itu akan menambah fasilitas pergudangan hingga menjadi total lebih dari 60 warehouse dan sekitar 1.200 station di seluruh Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik biaya logistik ninja xpress
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top