Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menkeu: Realisasi PEN Capai Rp134,07 Triliun Per Maret 2021

Menkeu mengatakan realisasi PEN digunakan untuk serangkaian program terkait dengan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 22 April 2021  |  18:04 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan penjelasan kepada tim Bisnis Indonesia saat wawancara eksklusif di Jakarta, Jumat (22/11/2019). Bisnis - Abdullah Azzam
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan penjelasan kepada tim Bisnis Indonesia saat wawancara eksklusif di Jakarta, Jumat (22/11/2019). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan realisasi belanja pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp134,07 triliun per Maret 2021. Realisasi tersebut setara 19,2 persen dari total pagu alokasi belanja PEN sebesar Rp699 triliun.

Menkeu mengatakan realisasi PEN digunakan untuk serangkaian program terkait dengan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Di antaranya adalah untuk program vaksinasi, program padat karya kementerian/lembaga, insentif PPnBM DTP Kendaraan Bermotor, PPN DTP perumahan, dan perluasan penjaminan kredit.

“Dorongan APBN ini diharapkan akan bisa meng-counter pelemahan ekonomi dan terus mendorong agar perekonomian kita bisa tumbuh di kisaran 4,5 hingga 5,3 persen untuk tahun 2021,” jelas Menkeu dalam konferensi pers APBN KITA, Kamis (22/4/2021).

Dari alokasi anggaran mencapai Rp699,43 triliun, anggaran terbesar ditujukan ke bidang kesehatan sebesar Rp176,3 triliun. Dana tersebut digunakan untuk pelaksanaan 3T (testing, tracing, dan treatment), vaksinasi, dan insentif perpajakan kesehatan. Realisasi per Maret 2021 sebesar Rp18,59 triliun.

Lalu, anggaran perlindungan sosial telah terealisasi sebesar Rp47,92 triliun atau 32 persen dari total pagu sebesar Rp157,41 triliun. Alokasi anggaran tersebut digunakan untuk berbagai program bantuan sosial (bansos) kepada keluarga miskin, bantuan langsung tunai (BLT) Desa, Kartu Pra Kerja, dan bantuan kuota internet untuk peserta dan tenaga didik.

Untuk program prioritas, realisasi per Maret 2021 sebesar Rp14,90 triliun dari total pagu Rp125,17 triliun. Pengguanaannya untuk program padat karya, pariwisata, ketahanan pangan, ICT dan pengembangan kawasan strategis.

Alokasi anggaran untuk dukungan UMKM dan korporasi telah terealisasi sebesar Rp37,71 triliun dari total pagu Rp191,13 triliun. Anggaran disalurkan berupa bantuan pemerintah untuk usaha mikro (BPUM), IJP UMKM dan korporasi untuk KMK dijamin, serta penempatan dana pada perbankan.

Terakhir, realisasi dari insentif dunia usaha sebesar Rp14,95 triliun dari total pagu sebesar Rp56,72 triliun. Penyaluran anggaran difokuskan untuk insentif PPh21 DTP, PPh final UMKM DTP, Pembebasan PPh 22 Impor, Pengurangan Angsuran PPh 25, Pengembalian Pendahuluan PPN, dan Penurunan Tarif PPh Badan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani kementerian keuangan pemulihan ekonomi Pemulihan Ekonomi Nasional KPC PEN
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top