Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wamenkeu Beberkan Politik Ekonomi 'Gas dan Rem' di 2020

kebijakan membuka kembali pembatasan (reopening policy) harus dipilih pada 2020. Dunia usaha perlahan perlu kembali bergerak. Dibukanya kegiatan ekonomi tetap tidak melupakan Covid-19. Istilah yang digunakan pemerintah adalah gas dan rem.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 28 Januari 2021  |  12:15 WIB
Foto aerial kendaraan melintas di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (11/10/2020). ANTARA FOTO - Galih Pradipta
Foto aerial kendaraan melintas di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (11/10/2020). ANTARA FOTO - Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA - Sejak pertengahan 2020, pemerintah mendesain kebijakan fiskal yang luar biasa (extraordinary policy) untuk atasi pandemi. Kebijakan ini harus dilakukan karena perubahan yang terjadi sangat timpang dan cepat.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan bahwa saat itu, proyeksi ekonomi dunia dari semula tumbuh 3 persen jadi minus 3 persen. Indonesia sendiri realisasi produk domestik bruto (PDB) minus 5,32 persen pada kuartal II/2020.

“Policy yang kita lakukan adalah APBN diubah dengan Perpu 1/2020 yang kemudian menjadi UU 2/2020 sebagai landasan awal. Lalu APBN diperlebar defisit jadi 6,32 dengan realisasi 6,1 persen,” katanya pada diskusi virtual, Kamis (28/1/2021).

Suahasil menjelaskan bahwa belum pernah dalam sejarah Indonesia, sejak berlakukan UU Keuangan Negara pada 2003 defisit di atas 3 persen.

Akan tetapi bukan hanya kebijakan yang luar biasa saja yang dilakukan. Kegiatan ekonomi bagaimanapun harus berputar meski pandemi.

Oleh karena itu, kebijakan membuka kembali pembatasan (reopening policy) harus dilakukan. Dunia usaha perlahan perlu kembali bergerak. Dibukanya kegiatan ekonomi tetap tidak melupakan Covid-19. Istilah yang digunakan pemerintah adalah gas dan rem.

Suahasil menuturkan bahwa kegiatan ekonomi dibuka tapi dengan protokol kesehatan. Saat itu, pemerintah mengas kegiatan ekonomi. Apabila kasus Covid-19 naik, rem dilakukan. Kebijakan ini sudah dilakukan dalam setengah tahun terakhir dan akan dilanjutkan pada tahun ini.

“Kita pikirkan recovery. Kita ingin keluar dari pademi tidak hanya cepat tapi juga reform policy yang lebih baik untuk Indonesia. Kita harus buat pijakan yang lebih solid untuk Indonesia ke depan sehingga ekonomi kita bukan hanya recovery dilakukan, kita punya pijakan yang jauh lebih kuat,” jelasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wamenkeu ekonomi indonesia pandemi corona
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top