Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menhub Minta IPC Hentikan Proyek Terminal Kontainer Demi Patimban?

Kabar ini dibantah oleh Juru Bicara Menteri Perhubungan Adita Irawati. Dia menyebut Menteri Perhubungan tidak pernah meminta adanya penghentian sementara sejumlah proyek tersebut.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 16 November 2020  |  22:19 WIB
Foto udara proyek pembangunan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa (23/6/2020). Bisnis - Rachman
Foto udara proyek pembangunan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa (23/6/2020). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membantah mengenai isu adanya permintaan agar PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC menghentikan sementara sejumlah proyek pengembangan terminal kontainer termasuk pengembangan Pelabuhan Kalibaru New Priok Container Terminal (NPCT) 2 dan 3.

Kabar ini dibantah oleh Juru Bicara Menteri Perhubungan Adita Irawati. Dia menyebut Menteri Perhubungan tidak pernah meminta adanya penghentian sementara sejumlah proyek tersebut.

"Tidak benar seperti itu, tidak ada arahan NPCT dihentikan," jelasnya saat dikonfirmasi Bisnis melalui pesan singkat, Senin (16/11/2020).

Sebelumnya, berdasarkan informasi dari sumber Bisnis, Menhub Budi Karya Sumadi meminta agar sejumlah proyek terminal kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok dihentikan dahulu dengan alasan pandemi. Sebaliknya, proyek Pelabuhan Patimban yang di dalamnya ada pengembangan terminal kontainer diminta dipercepat.

"IPC tak diperbolehkan ikut tender Pelabuhan Patimban. Selain itu, ada arahan, tidak spesifik menghentikan proyek NPCT, tetapi proyek pengembangan terminal petikemas," begitu terang sumber Bisnis tersebut.

Arahan ini ditengarai merupakan bagian dari jalan memuluskan langkah pengembangan Pelabuhan Patimban sebagai pelabuhan besar yang dikelola swasta dan terdiri atas terminal petikemas dan terminal kendaraan.

Ketika sudah beroperasi penuh, Patimban dapat memfasilitasi petikemas setara Pelabuhan Tanjung Priok yakni 7,5 juta TEUs per tahun dan 600.000 completely built unit (CBU) mobil siap ekspor.

Dalam kesempatan berbeda, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjawab mengenai desas desus keberadaan Pelabuhan Patimban yang dapat mencaplok pasar kawasan industri yang sudah dipegang oleh Pelabuhan Tanjung Priok. Menurutnya, kedua pelabuhan ini saling melengkapi.

"Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Patimban itu komplementer, saling melengkapi, industri otomotif dari Karawang sampai ke Tanjung Priok butuh waktu 4 jam, sementara ke Patimban kalau tol sudah siap, bisa kurang dari 1 jam," jelasnya, Senin (16/11/2020).

Di sisi lain, sejumlah wilayah seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang pun tengah dikembangkan oleh Pemerintah dan nantinya kawasan itu menjadi pasar bagi Pelabuhan Patimban. Belum lagi sejumlah industri yang akan dikembangkan di sepanjang tol Cipali, di Subang, Majalengka, Sumedang hingga Cirebon.

Menhub melihat pada hari-hari tertentu akses menuju Pelabuhan Tanjung Priok mengantri, hal ini menyebabkan biaya logistik menjadi tidak efisien. Pembagian wilayah dapat menjadi pembeda kedua pelabuhan tersebut, wilayah Bekasi, Bogor, Tangerang hingga Banten bisa mengakses Pelabuhan Tanjung Priok.

Biaya logistik terangnya, dapat lebih murah dan jauh lebih kompetitif, bagi industri di kawasan Timur Indonesia untuk beraktivitas melalui Pelabuhan Patimban. Adapun aktivitas dari wilayah Barat Indonesia dikumpulkan di Pelabuhan Tanjung Priok. "Dengan demikian, ini saling melengkapi, dua pelabuhan total berkapasitas 14 juta TEUs, sementara Pelabuhan Singapura 32 juta TEUs. Kedua pelabuhan bisa saling melengkapi," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan tanjung priok Kemenhub pelabuhan patimban
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top