Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kargo Internasional Anjlok, Samudera Indonesia (SMDR) Lakukan Ini

PT Samudera Indonesia Tbk. telah menyiapkan strategi untuk mempertahankan kinerja aktivitas kargo ekspor dan impor.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 06 November 2020  |  13:54 WIB
Suasana bongkar muat kapal kontainer di Terminal Multiguna Pelabuhan Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara, Kamis (27/12). PT Pelabuhan Indonesia I melepas kargo ekspor  perdana di terminal tersebut dengan kapal Wan Hai 505, membawa 180 TEUs kargo ekspor tujuan China. - Bisnis/Abdullah Azzam
Suasana bongkar muat kapal kontainer di Terminal Multiguna Pelabuhan Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara, Kamis (27/12). PT Pelabuhan Indonesia I melepas kargo ekspor perdana di terminal tersebut dengan kapal Wan Hai 505, membawa 180 TEUs kargo ekspor tujuan China. - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - PT Samudera Indonesia Tbk. (SMDR) mengungkapkan Covid-19 lebih banyak memberikan dampak negatif terhadap aktivitas kargo ekspor dan impor. Adapun aktivitas pengiriman domestik tetap kuat.

Presiden Direktur SMDR Bani Maulana Mulia menuturkan dampak Covid-19 lebih terasa pada pergerakan kargo ekspor dan impor, sehingga aktivitas pelayaran banyak dialihkan dan substitusi ke dalam negeri.

Menurutnya, pergeseran ini memberikan dampak positif bagi penyedia jasa dalam negeri terutama manufaktur. Pelayaran domestik pun terangnya, saat ini stabil tidak turun, tetapi tetap sehat.

"Ini kami masih bergerak, masih berlangsung, ini yang memberikan keyakinan bisa tetap sehat. Memang global freight sangat terpengaruh, perusahaan pelayaran melakukan penyesuaian, ketika global freight kosong, ya rugi, kami kurangi intensitas pelayaran," jelasnya dalam webinar Indonesia Industry Outlook 2021, Jumat (6/11/2020).

Dia menyebut ketika pelayaran internasional dilakukan sepekan 3 kali diubah frekuensinya menjadi sepekan sekali atau dua pekan sekali. Pengurangan frekuensi ini membuat biaya operasional lebih hemat, karena tidak mungkin bepergian tanpa muatan.

Menurutnya, dengan melakukan pengurangan frekuensi pelayaran barang-barang pun dapat ditumpuk terlebih dahulu, sehingga setiap berangkat muatan kapal selalu penuh.

"Dengan begini, otomatis muatan naik lagi, karena ada barang yang tertunda, keseimbangan baru terbentuk, ini yang membantu industri pelayaran," imbuhnya.

Bani menegaskan permintaan domestik Indonesia masih kuat, sehingga setidaknya hal ini yang mendukung aktivitas pelayaran. Dia juga mengajak agar para pengusaha lokal memanfaatkan keunggulan Indonesia ini di tengah pandemi.

Selain itu, pandemi Covid-19 pun mesti dimanfaatkan sebagai waktu menambah kompetensi sehingga mampu bersaing dengan lebih baik setelah pandemi berlalu.

"Manfaatkan waktu itu menambah kompetensi, keunggulan, kita bisa lihat belajar teori, visualisasi praktek operasi, bisa lewat komputer, ini yang menurut saya waktunya dimanfaatkan dengan baik kompetensi diisi," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik samudera indonesia
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top