Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemenhub Sewakan Terminal Tipe A Jadi Ruang Kelas Belajar

Kemenhub menawarkan kepada lembaga pendidikan menggunakan lahan kosong di 28 terminal tipe A yang dikelolanya untuk aktivitas belajar mengajar.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 23 Juni 2020  |  17:11 WIB
Suasana sepi di area keberangkatan antar kota Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Jumat (24/4/2020). Pengelola Terminal Pulogebang menutup operasional layanan bus antar kota antar provinsi (AKAP) mulai 24 April 2020, setelah berlakunya kebijakan larangan mudik dari pemerintah. ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A
Suasana sepi di area keberangkatan antar kota Terminal Pulo Gebang, Jakarta, Jumat (24/4/2020). Pengelola Terminal Pulogebang menutup operasional layanan bus antar kota antar provinsi (AKAP) mulai 24 April 2020, setelah berlakunya kebijakan larangan mudik dari pemerintah. ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menawarkan kepada lembaga pendidikan menggunakan lahan kosong di terminal tipe A yang dikelolanya untuk aktivitas belajar mengajar, total ada 28 terminal potensial di seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan salah satu mimpinya adalah menjadikan terminal sebagai pusat kegiatan masyarakat dengan mengolaborasikan fungsinya dengan kegiatan lain.

"Mimpi terminal bisa kolaborasi dengan kegiatan masyarakat, terminal ada perguruan tinggi ini akan jadi learning point agar terminal tak hanya berisi kendaraan bus atau terminal saja, tetapi ada kepentingan lain yang bisa dilaksanakan di sana," jelasnya, Selasa (23/6/2020).

Lebih lanjut, Kemenhub mengelola 28 terminal tipe A yang dinilai cocok digunakan kegiatan belajar mengajar baik oleh perguruan tinggi, lembaga bimbingan belajar, hingga pendidikan anak usia dini.

Kepala BPTD wilayah XV Kalimantan Selatan Iman Iskandar mengatakan gagasan ada kampus di terminal melihat kondisi terminal saat ini tidak optimal pemanfaatannya. Setidaknya, ini dapat memecahkan permasalahan terminal yang tak optimal dan sudah dibangun menggunakan biaya besar.

"Lembaga pendidikan juga kekurangan tempat belajar, ruang-ruang kelas akibat harus adanya social distancing, pun kekurangan tempat parkir yang menimbulkan masalah sosial," jelasnya.

Lembaga pendidikan bisa menyewa sebagian terminal sebagai fasilitas penunjang, akan manfaat bagi lembaga pendidikan. Diharapkan dapat menarik pergerakan orang dari dan ke terminal aktivitas lain pertokoan, toko buku di terminal, kantin, di sekitar terminal tumbuh indekos.

Setidaknya terdapat 28 terminal di 18 provinsi yang dinilai layak menjadi terminal dengan skema mix uses dengan lembaga pendidikan. Terminal-terminal ini memiliki lahan kosong hingga 3.000 meter persegi.

"Kami menawarkan ini bisa menggunakan mekanisme pinjam pakai 5 tahun dan bisa diperpanjang atau penyewaan dengan harga yang kompetitif, karena penilaian terhadap BMN yang tak optimal bisa mendapatkan harga yang kompetitif," paparnya.

Ketua Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas mengapresiasi gagasan yang sudah mencoba mengoptimalkan bangunan yang ada di terminal Tipe A di Banjarmasin ini untuk kegiatan yang lebih produktif, salah satunya akan dipergunakan untuk kegiatan perkuliahan oleh Universitas Islam Kalimantan Selatan (Uniska) karena ini akan menjadikan bangunan di terminal lebih bermanfaat.

"Keberadaan kampus di dalam terminal dapat mendorong penggunaan angkutan umum yang lebih baik sehingga ada kerjasama yang saling menguntungkan atau simbiosis mutualisme. Yang menjadi pekerjaan rumah besar adalah mengubah kultur di terminal yang selama ini terkesan seram, jorok, penuh calo dan preman, menjadi tempat yang aman, nyaman, dan selamat bagi orang-orang yang di dalamnya," paparnya.

Sama seperti yang dilakukan oleh Ignatius Jonan dahulu dalam membenahi PT KAI sehingga KAI sekarang amat membanggakan kultur ketertiban, kebersihan, keamanan, dan kenyamanannya.

Berbagi sumber daya juga penting karena saat ini agar pengelola perguruan tinggi tidak perlu inves besar untuk membangun kampus, sebaliknya Kemenhub pun tidak perlu keluar biaya besar untuk pemeliharaan  dan bayar listrik.

Paling tidak, sewa ruangan itu bisa untuk biaya pemeliharaan. Yang penting, fasilitas jaringan internetnya perlu diperbaiki sehingga menunjang kegiatan akademik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub terminal bus
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top