Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank of Japan Diperkirakan Pertahankan Suku Bunga

Bank sentral Jepang masih meninjau sejumlah langkah yang telah diambil untuk mendukung perekonomian. Saat ini, tingkat suku bunga Jepang -0,10 persen
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 15 Juni 2020  |  08:34 WIB
Turis mengenakan masker berkumpul di depan kuil Sensoji di distrik Asakusa, Tokyo./Bloomberg - Akio Kon
Turis mengenakan masker berkumpul di depan kuil Sensoji di distrik Asakusa, Tokyo./Bloomberg - Akio Kon

Bisnis.com, JAKARTA – Bank sentral Jepang diperkirakan tidak mengubah kebijakan moneternya pada pertemuan kebijakan yang berakhir pada Selasa (16/6/2020) karena masih meninjau sejumlah langkah yang telah diambil untuk mendukung prekonomian.

Bank of Japan (BOJ) diperkirakan mempertahankan suku bunga dan tingkat pembelian aset. Para pejabat akan mempertimbangkan dampak dari kebijakan yang telah diambil sejauh ini untuk meredakan dampak virus corona dan tidak melihat adanya desakan untuk langkah lanjutan.

Banyak ekonom yang disurvei Bloomberg memperkirakan jumlah program stimulus BOJ terkait dengan pinjaman pemerintah meningkat setelah pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe mengumumkan perluasan langkah-langkah pinjaman bulan lalu.

Fluktuasi pasar pekan lalu jauh di bawah volatilitas yang terjadi pada Maret dan stabilitas nilai tukar yen telah memberikan ruang napas bagi BOJ untuk tidak melonggarkan kebijakan untuk saat ini.

Ekonomi juga diperkirakan melewati titik terlemahnya, menyusul pencabutan keadaan darurat Jepang pada akhir Mei dan pelonggaran pembatasan secara bertahap di pasar ekspor utama.

Namun analis pasar global di Investo Asset Management, Tomo Kinoshita mengingatkan bahwa tidak adanya langkah besar yang diambil bukan berarti bank sentral bebas dari segala kekhawatiran.

"BOJ akan meninjau kembali hal apa lagi yang perlu dilakukan dan mengomunikasikan kesediaannya untuk melakukan lebih banyak hal," ungkap Kinoshita, seperti dikutip Bloomberg, Senin (16/6/2020).

Sejak Maret, BOJ telah berjanji untuk membeli obligasi pemerintah tanpa batas, memperluas pembelian reksa dana yang diperdagangkan di bursa, dan meluncurkan program pinjaman yang diperkirakan bernilai US$700 miliar.

Bank Sentral Amerika Serikat pun akan memberikan prospek ekonomi AS yang suram dan mengisyaratkan bahwa suku bunga secara efektif akan tetap nol sampai 2022.

Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda diperkirakan akan melontarkan nada dovish pada konferensi pers pasca-keputusan untuk menghindari kemungkinan penguatan yen. Pernyataan kebijakan BOJ biasanya keluar pada siang hari dan konferensi pers Kuroda akan menyusul pada pukul 15.39 waktu Tokyo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi jepang bank of japan Virus Corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top