Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penanganan Covid-19, Kementerian PUPR Refocussing Kegiatan Rp1,82 Triliun

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melakukan refocussing atau memfokuskan kembali kegiatan dengan anggaran sebesar Rp1,82 triliun.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 11 Mei 2020  |  16:30 WIB
Penanganan Covid-19, Kementerian PUPR Refocussing Kegiatan Rp1,82 Triliun
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Bisnis - Abdullah Azzam
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melakukan refocussing atau memfokuskan kembali kegiatan dengan anggaran sebesar Rp1,82 triliun, dengan tujuan untuk memperkuat dukungan penanganan Covid-19 dan mitigasi dampak Covid-19.

"Total refocussing kegiatan sebesar Rp1,82 triliun," ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI secara daring, Senin (11/5/2020).

Basuki menjelaskan refocussing kegiatan untuk dukungan penanganan Covid-19 meliputi pembangunan fasilitas penampungan atau observasi atau karantina tahap II di Pulau Galang.

Kemudian, rehabilitasi dan renovasi atau operasionaliasi Wisma Atlet Kemayoran untuk RS darurat.

Selanjutnya, penyelesaian Rumah Sakit Akademik UGM sebagai RS Rujukan Penanganan Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selain itu, kebutuhan internal mendesak mengatasi pandemi Covid-19 di lingkungan Kementerian PUPR di seluruh Indonesia, baik untuk peningkatan daya tahan tubuh seluruh staf utnuk 44.000 orang dan sterilisasi kantor-kantor PUPR termasuk balai-balainya.

"Ini semua, kami pasti mendapat tugas dari Kepala Gugus Tugas, semua yang kami lakukan ini berdasarkan perintah Gugus Tugas," katanya.

Adapun refocussing kegiatan yang dimanfaatkan untuk kegiatan mitigasi dampak Covid-19, meliputi program padat karya tunai TA 2020 sebesar Rp11,2 triliun untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan mengurangi angka pengangguran, khususnya di pedesaan di 34 provinsi.

Kegiatan padat karya tunai ini terdiri dari Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di 10. 000 lokasi; pembuatan akuifer buatan simpanan air hujan (absah) di 94 lokasi; operasi dan pemeliharaan (OP) air tanah dan air baku di 2.255 lokasi; OP irigasi dan rawa di 818 lokasi; OP sungai dan pantai di 681 lokasi.

Kemudian, tugas pembantuan (TP) OP di irigasi dan rawa di 821 lokasi; pemeliharaan rutin jalan di 501 lokasi; pemeliharaan rutin jembatan di 311 lokasi.

Selanjutnya, program padat karya pada Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di 4.771 desa; Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) di 1.028 lokasi; Tempat Pengelolaan Sampah - Reduce, Reuse, Recycle (TPS-3R) di 106 lokasi.

Kemudian, Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (Pisew) di 900 kecamatan; Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di 364 kelurahan; Rumah Swadaya berupa Pembangunan Baru 5.913 unit dan peningkatan kualitas 214.087 unit.

Kementerian PUPR menekankan setiap tahapan pelaksanaan dilakukan sesuai dengan protokol Covid-19 seperti menjaga jarak fisik, menggunakan masker, dan menghindari kerumunan. Rencananya, total penyerapan tenaga kerja kurang lebih 605 ribu orang.

Selain itu, refocussing dilakukan untuk pembelian resin produksi Perhutani sebesar 834 ton untuk pengecatan marka jalan di 17 provinsi.

"Kemudian, pembelian 12.500 ton karet petani sebagai bahan campuran aspal karet di 9 provinsi produsen utama karet seperti Suut, Sumbar, Jambi, Sumsel, Lampung, Kalbar, , Kalsesl, Kalteng, Kaltim," ujar Basuki.

Dia menambahkan subsidi perumahan dengan subsidi selisih bunga dan bantuan uang muka dengan target sasaran sebesar Rp1,5 triliun.

Menteri Basuki mengaku sudah melakukan komunikasi dengan Kementerian Keuangan namun belum ada tindak lanjut.

"Selanjutnya, ini refocussing juga, kami mengubah pola metode kerja selama 2-3 bulan yang tadinya peralatan, kami coba isi dengan orang di 2.865 lokasi yang direncanakan dapat menambah lapangan kerja 78.000 orang dengan durasi sekitar 30-100 hari," jelasnya.

Basuki mengatakan anjuran untuk mengubah pola metode kerja padat karya ini juga telah dikomunikasikan ke balai-balai untuk diterapkan selama 2-3 bulan ke depan pada penyelesaian pekerjaan yang dapat direlaksasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

proyek infrastruktur Kementerian PUPR Anggaran Covid-19
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top