Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan dua tugas utama yang harus dijalankan Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) baru yaitu Laode Sulaeman.
Direktur Jenderal Migas ESDM Laode Sulaeman mengatakan dalam pelantikan tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memerintahkan dirinya untuk mengutamakan upaya menjaga dan meningkatkan lifting migas dan menyelesaingan proses lelang sejumlah lapangan migas.
"Kita implementasikan secara teknis, apa yang beliau sampaikan kan garis besarnya, nah kita implementasikan secara teknis. Tadi lifting kita jaga, kemudian lapangan-lapangan yang harus dilelang itu segerakan, itu dua itu tadi," kata Laode kepada wartawan di Kantor ESDM, Jumat (29/8/2025).
Di sisi lain, Laode yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Perencanaan dan Pemabngunan Infrastruktur Migas juga memastikan perkembangan proyek jaringan pipa seperti pipa gas transmisi Cirebon-Semarang tahap II hingga pipa Dumai-Sei Mangeki (Dusem) masih sesuai rencana.
Dia memastikan untuk pipa Cisem II akan selesai pada 2026 atau tahun dengan dengan progres pembangunan saat ini lebih dari 77%. Sementara itu, untuk proyek Dusem akan segera dilelangkan dalam waktu dekat.
"Jargas [jaringan gas] juga kan sudah dicanangkan juga akan ditambah," tuturnya.
Baca Juga
Lebih lanjut, terkait dengan pasokan gas yang belakangan sempat menjadi sorotan, dia memastikan bahwa masalah gas di Jawa Barat sudah teratasi sehingga tidak ada lagi gangguan.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia resmi melantik Laode Sulaeman menjadi Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM hari ini.
“Alhamdulillah saya melantik Dirjen Migas yang dalam beberapa bulan terakhir kosong, yaitu Pak Laode Sulaeman. Beliau ini sejak masuk pegawai di ESDM pegawai di Migas, pernah di Lemigas, jadi bukan orang luas,” kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (29/8/2025).
Bahlil menunjuk Laode karena riwayat kariernya di sektor migas yang mumpuni dan dinilai mampu mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto untuk ketahanan dan swasembada energi nasional.
Dia mengarahkan Dirjen Migas baru ini akan bekerja sama dengan SKK Migas, KKKS. Bahlil juga mendorong Laode untuk melakukan reformasi yang menghambat proses percepatan terhadap proses lelang wilayah kerja migas.