Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Adhi Karya Tertarik Investasi di Proyek Jalan Tol dan Jembatan

Satu dari lima proyek jalan tol tersebut yakni jalan tol Layang Cikunir—Ulujami sepanjang 21,50 km dengan nilai investasi Rp21,57 triliun diprakarsai oleh ADHI. 
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 05 Mei 2020  |  12:10 WIB
Pekerja beraktivitas di proyek yang dikerjakan PT Adhi Karya. - JIBI/Nurul Hidayat
Pekerja beraktivitas di proyek yang dikerjakan PT Adhi Karya. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — PT Adhi Karya Tbk. berminat pada dua proyek kerja sama pemerintah dengan badan usaha yang diperkenalkan pada penjajakan minat pasar oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada 30 April 2020.

Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk. (ADHI) Budi Harto mengatakan bahwa perseroan mengikuti penjajakan minat pasar (market sounding) enam proyek yang terdiri atas lima proyek jalan tol dan satu proyek jembatan tersebut. Satu dari lima proyek jalan tol tersebut yakni jalan tol Layang Cikunir—Ulujami sepanjang 21,50 km dengan nilai investasi Rp21,57 triliun diprakarsai oleh ADHI. 

"Adhi karya mengikuti sebagai pemrakarsa. Saya yakin proyek ini akan banyak peminat karena setahu saya sebagian besar sudah ada pemrakarsanya," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (5/5/2020).

Lebih lanjut, katanya, ADHI juga berminat pada proyek Jembatan Batam—Bintan yang merupakan proyek prakarsa dari pemerintah yaitu Kementerian PUPR.

"Adhi Karya juga minat Jembatan Batam—Bintan yang akan konsorsium dengan beberapa kawan, [siapa saja yang akan konsorsium] masih dalam pembahasan," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga menyambut positif dengan digelarnya penjajakan minat pasar untuk proyek kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) yang telah dilakukan pada saat pandemi Covid-19.

"Adanya market sounding ini menarik, berarti pengembangan infrastruktur jalan terus dan pasar jasa kontruksi ada pertumbuhan di samping peluang investasi," ujar Budi yang juga Ketua Umum Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) tersebut.

Sebelumnya, Reni Ahiantini, Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan, Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, menjelaskan bahwa proyek jalan tol layang Cikunir—Ulujami merupakan bagian dari jalan tol Jabodetabek yang akan dibangun di jalan tol yang sudah ada yaitu Jakarta Outer Ring Road (JORR).

"Diharapkan nantinya jalan tol ini untuk meningkatkan jalan tol JORR existing dan kawasan Jabodetabek secara umum, dnlan mengatasi kemacetan di waktu puncak di jalan JORR sekarang," ujarnya.

Dia mengatakan bahwa saat ini proyek jalan tol layang Cikunir—Ulujami dalam tahap penyiapan dokumen dan dijadwalkan selesai pada kuartal II/2020. Hal ini dimaksudkan agar pada semester II/2020, proyek sudah bisa masuk dalam tahap pelelangan.

"Timeline-nya ditargetkan bisa konstruksi pada akhir 2021 dan operasi i akhir 2023," ujarnya.

Sementara itu, Reni mengatakan bahwa Jembatan Batam—Bintan merupakan jembatan tol yang diprakarsai pemerintah menghubungkan Pulau Batam menuju Pulau Bintan di Kepulauan Riau.

Proyek yang merupakan prakarsa pemerintah ini memiliki nilai investasi Rp8,78 triliun.

Nantinya, jembatan ini diharapkan akan menjadi akses, khususnya antara Pulau Batam, Pulau Tanjung Sauh, Pulau Buau, dan Pulau Bintan.

Selain itu, juga untuk arus lalu lintas, arus logistik mendukung juga pengembangan kawasan industri dan kawasan pariwisata, baik yang sudah dikembangkan maupun yang akan dikembangkan oleh Pemerintah Kota Batam maupun Kabupaten Tanjung Pinang. Pasalnya, saat ini akses konektivitas di area tersebut baru difasilitasi transportasi laut dan belum ada jembatan.

"Saat ini proyek masih dalam tahap readiness criteria, kami masih dalam tahap finalisasi feasibility study atau FS, sehingga diharapkan prakualifikasi akan dilaksanakan pada kuartal 4 atau sekitar akhir 2020 diharapkan bisa beroperasi di pertengahan 2024," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

adhi karya KPBU
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top