Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Stimulus Usaha Jalan Tol, Pengamat: Opsi Penyesuaian Tarif Tidak Tepat

BPJT tengah menggodok stimulus yang akan diberikan untuk menjamin keberlangsungan bisnis jalan tol di tengah pandemi Corona. Di antara beberapa opsi, pengamat menilai penyesuaian tarif tidak tepat dilakukan saat ini.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  20:07 WIB
Kendaraan melintas di Simpang Susun Tomang, Jakarta, Senin (16/3/2020). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
Kendaraan melintas di Simpang Susun Tomang, Jakarta, Senin (16/3/2020). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA - Penyesuaian tarif tol berdasarkan kondisi luar biasa maupun force majeure dinilai tidak tepat jika dipilih sebagai stimulus bagi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) di tengah pandemi virus Corona.

Pengamat Transportasi Darmaningtyas menilai bahwa penyesuaian tarif justru akan memberatkan masyarakat karena kondisi ekonomi yang juga tengah lesu.

"Nanti itu akan jadi beban masyarakat, tapi kalau perpanjangan konsesi malah tepat," katanya kepada Bisnis, Selasa (31/3/2020).

Adapun, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) tengah menggodok tiga usulan stimulus di sektor jalan tol akibat menurunnya volume kendaraan setelah diberlakukannya kebijakan social distancing.

Tidak hanya itu, saat ini juga pemerintah tengah mempertimbangkan pelaksanaan karantina wilayah dan pelarangan mudik guna mencegah penyebaran virus Corona. Jika jadi diberlakukan, maka kebijakan itu juga tentunya akan berdampak kepada bisnis jalan tol.

Adapun, tiga stimulus yang diusulkan antara lain adalah menjaga tingkat kolektibilitas kredit ke lender, menjaga cash flow melalui percepatan pembayaran dana talangan tanah, dan melakukan penyesuaian tarif dan masa konsesi berdasar kondisi luar biasa maupun force majeure.

Beberapa operator jalan tol seperti Jasa Marga dan Astra Infra mengaku siap mendukung apapun kebijakan pemerintah guna memutus rantai penyebaran Covid-19 di mana salah satunya adalah pelarangan mudik dan telah menyiapkan langkah strategis untuk mengantisipasinya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol bpjt Virus Corona karantina wilayah
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top