Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

SKK Migas dan Inpex Bakal Mulai Pembebasan Lahan

Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Sulistya Hastuti Wahyu menjelaskan bahwa setelah lokasi pembangunan pelabuhan ditetapkan di Pulau Nustual, SKK Migas dan Inpex akan bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional untuk proses pengadaan tanah.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 16 Maret 2020  |  17:25 WIB
Presiden & CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda (kiri), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif (kedua dari kiri), Presiden Direktur PLN Zulkilfi Zaini (ketiga dari kiri), Presiden Direktur Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat (ketiga dari kanan), Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii, dalam penandatanganan nota kesepahaman pasokan gas Inpex dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dan PT Pupuk Indonesia.
Presiden & CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda (kiri), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif (kedua dari kiri), Presiden Direktur PLN Zulkilfi Zaini (ketiga dari kiri), Presiden Direktur Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat (ketiga dari kanan), Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii, dalam penandatanganan nota kesepahaman pasokan gas Inpex dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dan PT Pupuk Indonesia.

Bisnis.com, JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Inpex Corporation bakal memulai pembebasan lahan untuk proyek pembangunan pelabuhan kilang gas Lapangan Abadi Wilayah Kerja Masela.

Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Sulistya Hastuti Wahyu menjelaskan bahwa setelah lokasi pembangunan pelabuhan ditetapkan di Pulau Nustual, SKK Migas dan Inpex akan bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional untuk proses pengadaan tanah.

Dia menambahkan, keputusan tersebut merupakan bukti konkret sinergi antara SKK Migas, Inpex dan Pemerintah Daerah Provinsi Maluku, yang telah mencapai kata sepakat menetapkan lokasi pembangunan pelabuhan.

“Dalam proses pengadaan tanah ini akan ada proses pengukuran dan pembayaran ganti rugi, yang dipimpin oleh BPN. Diperkirakan memakan waktu sekitar delapan bulan,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2020).

Sebelumnya, Gubernur Maluku Murad Ismail menerbitkan pengumuman tentang penetapan lokasi pembangunan pelabuhan kilang LNG Lapangan Abadi di Pulau Nustual. Adapun pengumuman tersebut diterbitkan pada 13 Maret 2020.

Dalam Surat Pengumuman yang diterbitkan Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Maluku Nomor 23/TPPT/III/2020 mengumumkan bahwa Tim Persiapan Pengadaan Tanah untuk pembangunan pelabuhan kilang gas Lapangan Abadi Wilayah Kerja Masela di Kecamatan Tanimbar Selatan, Kepulauan Tanimba telah menetapkan lokasi pelabuhan tersebut.

Terpisah, Deputi Operasi SKK Migas, Julius Wiratno mengatakan, Final Investment Decision (FID) akan dilakukan pada kuartal IV/2022. Namun, apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, pada kuartal I/2023 rencananya akan mulai dilakukan konstruksi.

Lapangan Abadi merupakan lapangan pertama Blok Masela di wilayah Maluku yang sedang dikembangkan dan dioperatori oleh Inpex Masela, Ltd. 

Selain melakukan pembebasan tanah, saat ini Inpex juga melakukan tender Front End Engeineering Design (FEED) dan membuat pedoman rencana tender EPC (Engeineering, Procurement and Construction) yang akan digunakan sebagai parameter FID.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

skk migas inpex blok masela
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top