Pada 2020, IMO Usung Tema Keberlanjutan Pelayaran dan Lingkungan Global

Pada 2019, IMO mengusung tema pemberdayaan perempuan atau Empowering Women in the Maritime Community. 
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  21:43 WIB
Pada 2020, IMO Usung Tema Keberlanjutan Pelayaran dan Lingkungan Global
Sekretaris Jenderal IMO Kitack Lim di sela-sela pembukaan Sidang Majelis IMO ke-31 di London, Inggris. - Istimewa/IMO

Bisnis.com, LONDON - Sidang Majelis International Maritme Organization (IMO) ke-31 menyepakati tema Sustainable Shipping for Sustainable Planet untuk diusung sebagai tema  maritim dunia pada 2020.

Pada hari terakhir Sidang Majelis IMO ke-31 , Rabu (4/12/2019), Sekretaris Jenderal IMO Kitack Lim memaparkan pada 2019, IMO mengusung tema pemberdayaan perempuan atau Empowering Women in the Maritime Community. 

Pada tahun depan, lanjutnya, IMO ingin memusatkan perhatian pada upaya-upaya mendukung pencapaian agenda Perserikatan Bangsa Bangsa Sustainable Development and a Sustainable Future pada 2030.

"Waktu 10 tahun dari 2020 akan kita gunakan untuk mendorong kontribusi untuk mewujudkan target Sustainable Development and a Sustainable Future pada 2030," ujarnya pada Rabu (4/12/2019).

Pada kesempatan itu, Sidang Majelis IMO ke-31 juga memilih kembali Kitack Lim sebagai Sekjen IMO untuk periode 2020-2023. Sebelumnya, Lim sudah menjabat sejak 2016.

Lim memaparkan IMO akan terus menjalankan misi untuk memastikan keselamatan dan keamanan maritim, perlindungan lingkungan, dan efisiensi pelayaran.

Dalam upaya tersebut, lanjutnya, IMO menghadapi sejumlah tantangan, seperti ancaman perubahan iklim, mewujudkan pembangunan berkelanjutan, serta meningkatnya manfaat sekaligus risiko dari digitalisasi dalam melestarikan laut.

"Saya yakin pada 2020, kita semua akan melanjutkan dukungan, upaya, dan kerja sama untuk memastikan implementasi regulasi IMO berjalan lancar dan sesuai dengan standar global," imbuhnya.

Salah satu langkah untuk mendukung Sustainable Shipping for Sustainable Planet ialah implementasi pemangkasan emisi karbon dioksida dari aktivitas pelayaran dengan menurunkan ambang batas kandungan sulfur dalam bahan bakar kapal menjadi 0,5%. Aturan IMO itu akan mulai berlaku pada Januari 2020.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Arif Toha yang menjadi Ketua Delegasi Indonesia pada Rabu (4/12/2019) mengungkapkan bahwa sidang hari ini juga menetapkan tema maritim dunia tahun 2020, yakni Sustainable Shipping for Sustainable Planet.

“Saya rasa, tema ini sejalan dengan salah satu komitmen IMO untuk membantu negara-negara Anggota PBB dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan, yang merupakan salah satu dari 17 Sustainable Develompent Goals atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
imo, maritim

Editor : Ana Noviani
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top