Wawancara Wakil Ketua BPK : Merintis Jalan Jadi Panel Auditor Eksternal PBB

Badan Pemeriksa Keuangan Indonesia sudah resmi terpilih menjadi auditor eksternal International Maritime Organization (IMO). Apa dampaknya dan bagaimana rencana BPK selanjutnya?
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  19:57 WIB
Wawancara Wakil Ketua BPK : Merintis Jalan Jadi Panel Auditor Eksternal PBB
Wakil Ketua BPK Agus Pramono menyampaikan pernyataan di sela Sidang Majelis IMO ke-31di London, Inggris. - Istimewa/Ditjen Perhubungan Laut

Bisnis.com, LONDON - Badan Pemeriksa Keuangan Indonesia sudah resmi terpilih menjadi auditor eksternal International Maritime Organization (IMO). Apa dampaknya dan bagaimana rencana BPK selanjutnya?

Berikut wawancara Bisnis dengan Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono di sela-sela Sidang Majelis IMO ke-31 di London, Inggris, baru-baru ini.

Bagaimana tanggapan Anda bisa menang dalam voting ekternal audit IMO?
Ini di luar dugaan. Votingnya ketat sekali. Saya rasa yang sangat berperan juga dalam pemilihan ini Kemenlu dan Kemenhub. Ini lebih pada proses diplomatik.
Kami tadinya mau menampilkan aspek teknikal untuk menekankan kami punya kapabilitas menjadi auditor eksternal IMO. Kalau dari sisi infrastruktur dan suprastruktur mungkin jumlah orang lebih banyak kami, BPK Inggris hanya 800 orang.

Bagaimana teknis audit yang akan dilaksanakan BPK di IMO?
Kami akan menempatkan sekitar delapan auditor untuk proyek ini, tetapi sifatnya mobile. Sambil memeriksa, kami juga sambil belajar.  Kebanyakan, kami akan mengaudit aspek finansial IMO yang standarnya sudah terukur dan sama di seluruh dunia.

Sementara itu, untuk audit performa, kami akan komunikasi di titik mana performa yang mau diaudit. Kami akan melibatkan ahli di bidang maritim untuk masuk sebagai second opinion.

Sebelum maju menjadi kandidat auditor eksternal IMO, bagaimana proses seleksinya?
Jadi memang hanya ada tiga kandidat untuk auditor eksternal IMO 2020-2023, BPK Indonesia, Inggris, dan Italia. Ini kan audit tidak sembarangan, hanya negara-negara yang punya keinginan tinggi untuk tampil atau ingin dapat ilmu yang maju. Nilai proyeknya sekitar 90.000 pound sterling per tahun.

Ini kan badan PBB, kami punya program jangka panjang untuk menjadi panel auditor eksternal United Nations. Jadi satu per satu badan PBB kami masuk.

Auditor panel UN itu seperti apa?
Di PBB itu ada panel auditor eksternal. Auditor eksternal itu memegang banyak lembaga di bawah PBB sehingga bisa berikan informasi kepada UN terkait dengan rekomendasi-rekomendasi business process yang spefisik. Nah, pada saat ini kita belum karena baru menjadi auditor di 2-3 lembaga UN sedangkan batas minimalnya 11 lembaga.

Ada dua model untuk masuk menjadi panel UN. Pertama, menjadi auditor 11 lembaga UN. Kedua, mengajukan diri menjadi kandidat auditor panel UN. Saat ini, sedang berlangsung pemilihan UN auditor panel di Bohn, Jerman. Calonnya, India dan Inggris. Sebelum menuju ke sana, orang harus kenal dulu sama BPK, jadi kami sedang membangun track record.

Apa rencana BPK untuk merealisasikan itu?
Kami ada proyek untuk menelaah dan membuat modeling ini menjadi sesuatu yang strategis. Kami lihat daftar lembaga UN mana yang periode auditornya akan habis. Dari daftar itu, kami akan coba masuk bidding.

Tetapi hal itu dikaitkan juga dengan keterbatasan anggaran dan personel. Kami enggak bisa terlalu banyak ambil pekerjaan di luar negeri, karena pekerjaan di dalam negeri cukup banyak. Dalam setahun, BPK menghasilkan 1.162 report atau hampir 100 laporan audit dalam sebulan. Terlalu produktif menurut saya. Proyek di luar negeri ini memang tujuannya beda, untuk benchmarking.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
imo, badan pemeriksa keuangan

Editor : Ana Noviani
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top