Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Antisipasi Tebing Longsor, Hutama Karya Datangkan Jerami dari Sumbar

Untuk menutupi tebing dengan ukuran sekitar 3.000 meter persegi, Hutama Karya mendatangkan satu truk pembuang (dump truck) padat jerami.
Rivki Maulana & Arif Gunawan
Rivki Maulana & Arif Gunawan - Bisnis.com 24 November 2019  |  05:46 WIB
Pekerja memasang jerami di tebing di sisi jalan tol Pekanbaru-Dumai. - Bisnis/Fotoe: Himawan L. Nugraha
Pekerja memasang jerami di tebing di sisi jalan tol Pekanbaru-Dumai. - Bisnis/Fotoe: Himawan L. Nugraha

Bisnis.com, PEKANBARU — Untuk mengantisipasi tebing jalan tol sepanjang Pekanbaru—Dumai dari risiko longsor, PT Hutama Karya (Persero) melalui subkontraktornya mendatangkan jerami asal Sumatra Barat.

Agus Sawal, pelaksana program penanaman legume cover crop atau LCC di sepanjang proyek pengerjaan jalan tol Pekanbaru—Dumai (Pekdum), mengaku bahwa mereka sudah mengerjakan penanaman ini sejak dikontrak Hutama Karya pada April 2019.

"Kami mendapatkan kontrak dari HK [Hutama Karya] selama setahun, mulai April tahun ini sampai tahun depan. Untuk suplai jerami, kami datangkan dari Sumatra Barat," ujarnya kepada tim Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019, Sabtu (23/11/2019).

Dia menjelaskan bahwa untuk dapat menutupi tebing dengan ukuran sekitar 3.000 meter persegi, dia mendatangkan sebanyak satu truk pembuang (dump truck) padat jerami.

Secara teknis, sekitar 300 meter bentangan tebing dengan tinggi 10 meter, sudah menghabiskan jerami kering dari 1 truk pembuang.

Setelah tebing ditutupi jerami, kemudian disemprot, setelah itu bisa ditanami langsung media yang dibutuhkan yaitu legume cover crop atau tanaman penutup tanah jenis kacang-kacangan.

"Untuk sampai tumbuh kecambahnya saja sekitar 2 minggu, tapi untuk kacang-kacangan ini sampai men-cover penuh tebing itu sekitar 2 [bulan]—3 bulan," ujar Agus.

Sebelumnya, Manajer Pelaksana Proyek Tol Pekdum seksi 1 dan 2 Bambang Ismono mengatakan bahwa penggunaan tanaman penutup tanah diterapkan pada area terasering dengan ketinggian di atas 20 meter.

Terasering terbentuk dari hasil pematangan lahan untuk jalan tol hasil Hutama Karya membelah bukit di tiga seksi jalan tol.

"Kami pasang rumput enggak mempan. Sudah ganti [metode] empat kali gagal semua. Akhirnya kami coba pakai legume cover crop dan berhasil," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol hutama karya Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019

Sumber : Jelajah Sumatra

Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top