4 Bulan Beroperasi, Trafik Tol Bakter Hampir 50 Persen dari Target

Mayoritas atau sebesar 80 persen kendaraan yang melintasi tol Bakter adalah kendaraan golongan I dan sisanya golongan II, III, dan IV.
Ropesta Sitorus & Rivki Maulana
Ropesta Sitorus & Rivki Maulana - Bisnis.com 12 September 2019  |  11:43 WIB
4 Bulan Beroperasi, Trafik Tol Bakter Hampir 50 Persen dari Target
Antrean kendaraan di gerbang tol Bakauheni Selatan, Kalianda, Lampung Jumat (31/5/2019) malam. - Bisnis/David Eka Issetiabudi

Bisnis.com, BANDAR LAMPUNG — Kendati baru beroperasi 4 bulan sejak diresmikan pada Mei lalu, trafik pengguna jalan tol Bakauheni—Terbanggi Besar di wilayah Lampung kini mulai stabil di kisaran 9.000 kendaraan per hari.

Kepala Bagian Operasi Tol Bakauheni—Terbanggi Besar (Bakter) Hery Prasetyo menyatakan ahwa lalu lintas harian rata-rata jalan tol tersebut kini mencapai hampir separuh dari target.

“Asumsi lalu lintas harian kami rencanakan di angka 19.000 kendaraan per hari. Saat ini masih di bawah 50 persen,” katanya saat berbincang dengan Tim Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019 di kantornya, Kamis (12/9/2019).

Kendati mengalami penurunan dibandingkan dengan momen Lebaran 2019 ketika jumlahnya sempat menyentuh angka 14.000 kendaraan per hari, angka tersebut dinilai sudah cukup positif dan bertambah secara stabil. “Setelah Lebaran, trafik sekarang stabil di 9.000-an kendaraan.”

Mayoritas atau sebesar 80 persen adalah kendaraan golongan I dan sisanya merupakan golongan II, III, dan IV.

Penerapan tarif terjauh sebesar Rp109.000 sampai dengan Rp217.500 (bergantung pada golongan kendaraan), juga dinilai tidak mengurangi minat pengguna jalan tol.

Selain membantu aksesibilitas bagi pelaku usaha terutama yang menggunakan kendaraan truk, jalan tol tersebut juga banyak digunakan oleh masyarakat umum, khususnya yang ingin bepergian ke Bandara Internasional Raden Inten II dan Pelabuhan Bakauheni.

“Paling banyak keluar masuk di gerbang tol ujung ke ujung karena mayoritas rute jarak jauh seperti truk antarkota. Untuk siang hari banyak yang exit di Natar karena masyarakat lokal yang mau ke bandara, sedangkan malam hari banyak yang exit di pintu tol Lematang khususnya truk-truk,” papar Hery.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hutama karya, trans-sumatra, Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top