5 Berita Populer Ekonomi, Ini Tarif Kargo Garuda Pasca Harga Avtur Turun dan PPN Hotel Dinilai Mahal

Kabar turis asal Indonesia ke Hong Kong yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun jadi berita populer kanal Ekonomi, Jumat (22/2/2019)
Oliv Grenisia
Oliv Grenisia - Bisnis.com 22 Februari 2019  |  11:53 WIB
5 Berita Populer Ekonomi, Ini Tarif Kargo Garuda Pasca Harga Avtur Turun dan PPN Hotel Dinilai Mahal
Hong Kong Disneyland / Istimewa

1. Orang Indonesia Makin Senang Liburan ke Hong Kong

Hong Kong Tourism Board memproyeksikan potensi kunjungan turis asal Indonesia akan tumbuh double digit pada tahun ini

Martin Gwee, Marketing Manager South East Asia Hong Kong Tourism Board, mengatakan tren kunjungan turis asal Indonesia ke Hong Kong terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Baca selengkapnya di sini

2. Begini Tarif Kargo Garuda Indonesia Setelah Harga Avtur Turun

Garuda Indonesia Grup menilai tarif kargo udara atau surat muatan udara (SMU) saat ini sudah sesuai dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh maskapai sehingga tidak akan ada penyesuaian walaupun harga avtur sudah turun.

VP Corporate Communication Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan menuturkan penaikan tarif SMU beberapa waktu sebelumnya sudah menyesuaikan, baca selengkapnya di sini

3. Atasi Pemadaman Bergilir, PLN Batam Dapat Pasokan Gas Baru

Pemerintah memberikan pasokan gas baru kepada PT Pelayanan Listrik Nasional Batam untuk memastikan tidak ada pemadaman bergilir di kawasan Batam.

Samsul Bahri, Vice President Public Relation PLN Batam, mengatakan pemerintah telah memerintahkan perusahaan untuk tidak melakukan pemadaman bergilir. Baca selengkapnya di sini

4. Tidak Cuma Homestay, PHRI Juga Keluhkan Tingginya PPN Hotel

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia juga mengeluhkan besaran pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10% yang dikenakan kepada hotel.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan pengenaan pajak PPN sebesar 10% ini sangat memberatkan pelaku usaha hotel di tengah okupansi yang rendah. Baca selengkapnya di sini

5. AJB Belum Keluar Meski Sudah Lama Menghuni, Kenapa?

Salah satu solusi lahan yang semakin terbatas dan mahal adalah pembangunan bangunan vertikal dan tidak bisa dipungkiri bahwa pengembangan rumah tapak mulai beralih menjadi apartemen atau satuan rumah susun.

Ketua Umum Asosiasi Penghuni Rumah Susun Seluruh Indonesia (APERSSI) Ibnu Tadji mengatakan masalah yang paling pelik terjadi dalam kasus rumah susun adalah lamanya sertifikasi kepemilikan diberikan kepada pemilik unit apartemen, baca selengkapnya di sini

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
berita populer

Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top