Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jelang Ramadan, Bapanas: Belum Ada Daging Sapi Impor Masuk RI

Bapanas menyebut belum ada impor daging sapi dan kerbau yang masuk RI dua pekan jelang Ramadan.
Ilustrasi daging sapi beku/Perumda Dharma Jaya
Ilustrasi daging sapi beku/Perumda Dharma Jaya

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi blak-blakan, belum ada satupun impor daging sapi dan kerbau yang terealisasikan dua pekan jelang Ramadan.

Arief mengatakan, dua BUMN yang ditugasi mengimpor daging beku yakni Bulog dan ID Food belum mendapatkan rekomendasi impor. Adapun Bulog, tahun ini mendapat kuota impor daging kerbau beku dari India sebanyak 100.000 ton. Sementara ID Food mendapat kuota impor daging sapi beku sebanyak 20.000 ton.

"Daging belum 1 kilogram pun masuk, belum ada rekomendasi daging kerbau belum ada. Jadi yang BUMN belum ada [impor]," ujar Arief di Depok, Jawa Barat, Selasa (27/2/2024).

Kendati begitu, Arief memprediksi akan ada daging sapi impor yang tiba di Indonesia pada pertengahan Ramadan sekitar akhir Maret atau awal April 2024. Adapun daging yang akan tiba itu berasal dari importasi yang dilakukan pihak swasta.

"Kalau daging sapi [impor] 145.000 [ton], mungkin pertengan puasa [tiba]. Itu private," tuturnya.

Data Perum Bulog per 23 Februari 2024 mencatat ketersediaan daging kerbau beku impor sebanyak 34.450 ton dan 23 ton daging sapi.

Sebelumnya, Seorang pedagang daging di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Damanuri mengatakan harga daging di lapaknya saat ini berkisar Rp130.000 - Rp135.000 per kilogram. Dia pun yakin betul harga daging sapi segar bakal melonjak ke level Rp140.000 per kilogram saat Ramadan yang diperkirakan jatuh pada 12 Maret 2024.

Musababnya, menurut Damanuri, harga daging di tingkat rumah potong hewan (RPH) sudah melonjak sejak 2 hari lalu. Namun, belum adanya lonjakan konsumen membuat dirinya enggan menaikkan harga daging di lapaknya saat ini. Adapun dalam sehari, dia bisa menjual sekitar 100 kilogram daging sapi ke para pelanggannya.

"Di pasar belum ada kenaikan [harga], kita di pasar jualnya juga susah, belum mulai rame yang beli. Tapi dari sananya [RPH] sudah naik [harganya]," ujar Damanuri saat ditemui di Pasar Senen, Senin (26/2/2024).

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo), Djoni Liano mengakui adanya kenaikan harga sapi bakalan di Australia hingga 20% pada Februari 2024. Dia menyebut, alokasi impor sapi bakalan tahun ini mencapai 600.000 ekor.

Dia membeberkan, penerbitan izin impor sapi bakalan sempat mengalami keterlambatan. Seharusnya, izin impor sapi bakalan sudah terbit sejak 1 Januari 2024. Namun, para importir baru mendapatkan izin impor di pertengahan Februari 2024.

Djoni pun berahap adanya rencana implementasi Permendag No. 36/2023 pada Maret 2024 bisa mempercepat penerbitan izin impor hanya dalam kurun waktu 5 hari kerja.

"Pemerintah harus konsisten, harapannya tidak terjadi lagi kasus penerbitan impor sapi bakalan yang terlambat," ujar Djoni saat dihubungi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Rachmawati
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper