Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Beras Termahal Ada di 3 Provinsi Kalimantan dan Sumatera Barat

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional mencatat harga beras berada di posisi termahal pada tiga provinsi Kalimantan dan Sumatera Barat
Ni Luh Anggela,Pandu Gumilar
Ni Luh Anggela & Pandu Gumilar - Bisnis.com
Minggu, 18 Februari 2024 | 08:35
Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog. JIBI/Ni Luh Anggela.
Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog. JIBI/Ni Luh Anggela.

Bisnis.com, JAKARTA -- Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional mencatat harga beras berada di posisi termahal pada tiga provinsi Kalimantan dan Sumatera Barat jika dibandingkan dengan provinsi lainnya. 

PIHPS mencatat pada Minggu, (18/2/2024), harga beras di Kalimantan Utara mencapai Rp16.650 per kg,  Sumatera Barat Rp17.000 per kg,  Kalimantan Selatan Rp17.900 per kg, dan Kalimantan Tengah Rp19.000 per kg.

Level tersebut jauh berbeda jika dibandingkan dengan Sulawesi Selatan Rp13.450 per kg, Sumatera Utara Rp13.750 per kg, Aceh Rp13.800 per kg dan Nusa Tenggara Barat Rp13.950.

Sebelumnya, Perum Bulog menggelontorkan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) untuk meredam harga beras yang melambung tinggi dan mengatasi kelangkaan pasokan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, beras yang ada di PIBC nantinya akan didistribusikan ke ritel modern hingga ke daerah.

“Saya ingin pastikan beras yang ada di sini ada, tersedia, jumlahnya cukup, dan saya melihat melimpah,” kata Jokowi, dikutip Jumat (16/2/2024).

Kepala negara mengharapkan, masyarakat tidak kesulitan lagi untuk mendapat beras dengan kualitas baik dan harga yang terjangkau berkat penyaluran beras SPHP oleh Bulog ke PIBC.

Di sisi lain, Jokowi mengungkapkan pemicu tingginya harga beras dalam negeri. Dia mengatakan, melambungnya harga beras disebabkan oleh belum masuknya hasil panen lantaran jalur distribusi di sejumlah daerah seperti Demak dan Grobogan terendam banjir.

Namun dengan diguyurnya beras SPHP ke PIBC, dia mengharapkan harga beras dapat turun dalam satu hingga dua minggu kedepan sembari menunggu panen.

“Sudah, pokoknya pasar minta berapa pun, beri. Daerah minta berapa pun, beri, baik yang SPHP maupun yang komersial,” ujarnya.

Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi menambahkan, stok beras yang ada di PIBC tersedia dengan jumlah yang melimpah. Perum Bulog juga secara rutin menggelontorkan beras SPHP ke berbagai saluran distribusi untuk memastikan kebutuhan masyarakat tercukupi. 

“Saat ini Bulog secara rutin memasok beras SPHP ke Pasar Induk Beras Cipinang, retail modern, pasar tradisional dan saluran distribusi lainnya,” jelasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper