Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BPS Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I/2023, Simak Proyeksi Para Ekonom!

Sebagian besar ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2023 tidak akan mencapai level 5 persen.
Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Simpang Susun Semanggi, Jakarta, Jumat (28/4). Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I dan II 2023 dapat melampaui 5%, yang didorong oleh menguatnya aktivitas ekonomi masyarakat, membaiknya keyakinan konsumen dan meningkatnya daya beli, khususnya di tengah momentum Ramadan dan Idulfitri/Bisnis-Arief Hermawan
Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Simpang Susun Semanggi, Jakarta, Jumat (28/4). Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I dan II 2023 dapat melampaui 5%, yang didorong oleh menguatnya aktivitas ekonomi masyarakat, membaiknya keyakinan konsumen dan meningkatnya daya beli, khususnya di tengah momentum Ramadan dan Idulfitri/Bisnis-Arief Hermawan

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I/2023 pada hari ini, Jumat (5/5/2023).

Berdasarkan data BPS, ekonomi Indonesia konsisten tumbuh di atas 5 persen selama lima kuartal beruntun, sejak kuartal IV/2021.

Dari data terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV/2022 tercatat tumbuh sebesar 5,01 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan tertinggi berdasarkan sisi produksi, dicatatkan oleh lapangan usaha transportasi dan pergudangan, yaitu mencapai 16,99 persen secata tahunan.

Di samping itu, dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 14,93 persen.

Jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2022 masih mengalami pertumbuhan sebesar 0,36 persen (quarter-to-quarter/qtq).

Sementara itu, sebagian besar ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2023 tidak akan mencapai level 5 persen, yang artinya aktivitas ekonomi melambat jika dibandingkan dengan kuartal IV/2022.

Merujuk pada data konsensus ekonom Bloomberg, estimasi rata-rata pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2023 berada di angka 4,98 persen. Perlambatan pertumbuhan ekonomi domestik ini diperkirakan sejalan dengan perlambatan ekonomi global.

Berikut sejumlah proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal I/2023 dari beberapa lembaga:

1. BNI Sekuritas

Ekonom BNI Sekuritas Damhuri Nasution memperkirakan ekonomi Indonesia akan kontraksi -1,03 persen qtq dikarenakan realisasi belanja pemerintah yang masih rendah karena sebagian proyek pemerintah masih dalam tahap tender. 

Selain itu, pertumbuhan investasi atau PMTB diperkirakan cenderung lebih rendah dibandingkan dengan kuartal sebelumnya karena ekspansi usaha perusahaan pada umumnya belum banyak yang direalisasikan pada awal tahun. 

Selain faktor seasonal, Damhuri mengatakan, melambatnya investasi juga disebabkan oleh isu resesi ekonomi global,

“Karena penurunan tersebut banyak yang bersifat seasonal, maka pertumbuhan ekonomi secara tahunan diperkirakan cukup tinggi, sebesar 4,92 persen yoy. Namun, melambat dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal IV/2022 sebesar 5,01 persen,” kata dia.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2023 terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang diperkirakan masih tumbuh baik, menyusul laju inflasi yang semakin terjaga dan IKK yang semakin tinggi.

Meskipun melambat, investasi masih memberikan sumbangan yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal I/2023. Data BKPM menunjukkan realisasi investasi pada kuartal I/2023 tumbuh 16,5 persen secara tahunan.

2. Bank Permata

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2023 akan mencapai 4,99 persen secara tahunan. 

Konsumsi rumah tangga dan investasi diperkirakan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2023.

Josua memprediksi konsumsi rumah tangga tumbuh sekitar 4,5 persen yoy, terindikasi dari pertumbuhan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada kuartal I/2023 yang tercatat 11,1 persen yoy dari kuartal sebelumnya 8,2 persen yoy.

“Selain itu, penjualan eceran juga tercatat tumbuh 4,8 persen yoy dibandingkan dengan 0,7 persen yoy pada kuartal IV/2022. Penjualan mobil [ritel] pun tercatat meningkat 13,7 persen yoy, dibandingkan dengan 6,9 persen yoy pada kuartal IV/2022,” katanya.

Selain konsumsi rumah tangga, investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) diperkirakan tumbuh 4,1 persen yoy, menguat dari kuartal sebelumnya 3,3 persen yoy. 

Peningkatan investasi masih didorong oleh investasi bangunan, tercermin dari perbaikan penjualan semen pada kuartal I/2023 yang tercatat -5,6 persen yoy, membaik dri kontraksi -9,9 persen yoy pada kuartal IV/2022. 

Sementara itu, investasi non-bangunan cenderung melambat, terindikasi dari penjualan alat berat pada kuartal I/2023 yang terkontraksi sebesar -12,3 persen yoy menjadi 2.877 unit sejalan dengan tren penurunan harga komoditas serta normalisasi sisi supply komoditas. 

“Peningkatan laju investasi/PMTB pada kuartal I/2023 juga tercermin dari impor barang modal yang tercatat tumbuh 10,5 persen yoy,” katanya. 

Sementara itu, konsumsi pemerintah sepanjang kuartal I/2023 diperkirakan meningkat 7,82 persen yoy dibandingkan kuartal sebelumnya yang terkontraksi 4,77 persen yoy. 

Peningkatan ini terindikasi dari realisasi belanja pemerintah pusat pada kuartal I/2023 yang tumbuh 10,5 persen yoy, yang utamanya didorong oleh peningkatan belanja barang,  belanja modal, dan belanja pembayaran bunga utang. 

Dari sisi ekspor dan impor, Josua mengatakan, ekspor riil pada kuartal I/2023 diperkirakan tumbuh melambat menjadi 2,41 persen yoy, sementara impor riil diperkirakan tumbuh 0,03 persen yoy.

“Net ekspor diperkirakan cenderung melambat jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, terindikasi dari ekspor nonmigas pada kuartal I/2023 yang tercatat tumbuh 0,5 persen yoy, dibandingkan dengan 7,8 persen yoy pada kuartal sebelumnya. Sementara itu, impor non-migas terkontraksi -3,25 persen yoy, dari -0,17 persen yoy pada kuartal sebelumnya,” jelas Josua.

3. Bank Mandiri

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memproyeksikan perekonomian Indonesia pada kuartal I/2023 tumbuh sebesar 4,94 persen secara tahunan.

Perkiraan tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan capaian pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2022 yang mencapai 5,01 persen yoy.

Faisal mengatakan, perlambatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2023 terutama disebabkan oleh dampak inflasi yang relatif tinggi dan risiko perlambatan ekonomi global yang sedikit menghambat kegiatan konsumsi, investasi, dan ekspor.

“Secara kuartalan, pertumbuhan ekonomi kuartal I/2023 diperkirakan mengalami kontraksi sebesar -1,00 persen qtq dari pertumbuhan 0,36 persen qtq di kuartal IV/2022. Pertumbuhan pada kuartal pertama secara musiman selalu mencatat kontraksi karena normalisasi peningkatan konsumsi di akhir tahun akibat libur tahun baru,” katanya, Kamis (4/5/2023).

Faisal menuturkan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2023 akan didukung oleh perbaikan di sektor domestik. Pertama, konsumsi rumah tangga terlihat cukup tangguh meskipun inflasi cukup tinggi di kuartal pertama.

Kedua, belanja pemerintah diperkirakan pulih dari kontraksi pada kuartal IV/2022 seiring dengan meningkatnya belanja barang.

Ketiga, pertumbuhan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) pada kuartal I/2023 diperkirakan cenderung stagnan dari kuartal IV/2022. meski demikian, Faisal mengatakan investasi bangunan terindikasi membaik.

Secara keseluruhan, Faisal memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia tetap tangguh sepanjang 2023, meski pertumbuhan ekonomi global melambat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper