Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

WEF 2023: IMF Soroti Tantangan Berbeda Bank Sentral Jepang Soal Inflasi

Wakil Direktur Pelaksana IMF Gita Gopinath mengatakan Bank of Japan (BOJ) menghadapi risiko bahwa inflasi di Jepang akan berada di bawah target.
Asahi Asry Larasati
Asahi Asry Larasati - Bisnis.com 19 Januari 2023  |  05:25 WIB
WEF 2023: IMF Soroti Tantangan Berbeda Bank Sentral Jepang Soal Inflasi
Wakil Direktur Pelaksana IMF Gita Gopinath di Davos, 17 Januari 2023. - Bloomberg/Stefan Wermuth

Bisnis.com, JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) menyoroti tantangan berbeda yang dihadapi oleh bank sentral Jepang dari bank sentral lainnya.

Wakil Direktur Pelaksana IMF Gita Gopinath mengatakan Bank of Japan (BOJ) menghadapi risiko bahwa inflasi di Jepang akan berada di bawah target.

"Bank of Japan menghadapi keputusan yang cukup rumit," kata Gita dalam World Economic Forum di Davos, sebagaimana dilansir dari Bloomberg pada Kamis (19/1/2023)

Gita mengatakan BOJ tidak seperti negara-negara ekonomi utama di dunia. BOJ memang menghadapi kenaikan inflasi di Jepang, namun risiko inflasi kembali turun di bawah target bank sentral masih tetap tinggi.

Orang nomor dua di IMF itu menjelaskan tak lama setelah BOJ mempertahankan pengaturan kebijakan utamanya dengan tidak mengubah suku bunga negatif pada -0,1 persen dan imbal hasil obligasi 10 tahun sekitar 0 persen.

Bank sentral Jepang juga mengatakan akan melanjutkan pembelian obligasi berskala besar dan meningkatkannya secara fleksibel jika diperlukan karena menunjukkan niatnya untuk menggandakan pertahanan program kontrol kurva imbal hasil untuk saat ini.

Ada sejumlah ekspektasi bahwa BOJ akan menaikkan batas atas atau menurunkan kontrol kurva imbal hasil. 

Langkah tersebut mengejutkan pelaku pasar, namun sepertinya tidak akan memadamkan spekulasi bahwa BOJ melakukan normalisasi kebijakan seiring dengan percepatan inflasi, bersamaan dengan Gubernur Haruhiko Kuroda yang akan segera mengakhiri masa jabatannya. 

 "Mereka harus melakukan pertukaran yang rumit untuk menjaga kebijakan moneter tetap akomodatif sambil memastikan bahwa kebijakan tersebut konsisten dengan data inflasi yang akan datang," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

WEF Davos imf jepang ekonomi jepang bank of japan
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top