Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

WEF: Jika Gagal Mitigasi Krisis Iklim, Dampaknya Besar 10 Tahun ke Depan

Masalah akibat krisis iklim bukan hanya terkait gangguan ekologis, tetapi dapat merembet pada tekanan ekonomi.
World Economic Forum 2023 di Davos, Swiss. Dok. weforum.org
World Economic Forum 2023 di Davos, Swiss. Dok. weforum.org

Bisnis.com, JAKARTA — Kegagalan mitigasi krisis iklim akan menimbulkan dampak yang signifikan, bahkan dalam 10 tahun ke depan. Masalah itu bukan hanya terkait gangguan ekologis, tetapi dapat merembet pada tekanan ekonomi.

Hal tersebut tercantum dalam laporan The Global Risk Report 2023 yang dipublikasikan World Economic Forum (WEF) pada Januari 2023. WEF bersama Marsh McLennan dan Zurich Insurance Group menyarikan pandangan lebih dari 1.200 ahli risiko global, pembuat kebijakan, dan pemimpin industri.

Berdasarkan kajian itu, World Economic Forum menilai bahwa Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina berpengaruh terhadap upaya penanganan krisis iklim. Negara-negara di dunia mengalihkan fokusnya pada penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi, sehingga terjadi jeda dalam aksi iklim.

Dalam laporan itu tertulis bahwa kepemimpinan yang didorong oleh krisis dan risiko perseteruan politik menciptakan keresahan sosial dalam tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Akibatnya, penanggulangan dampak perubahan iklim tidak menjadi prioritas.

Jika dunia tidak mulai bekerja sama secara lebih efektif dalam mengatasi krisis iklim, akan terjadi pemanasan global dan gangguan ekologis secara berkelanjutan dalam 10 tahun ke depan. Kegagalan dalam melakukan mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim, bencana alam, hilangnya keanekaragaman hayati dan kerusakan lingkungan hidup pun masuk ke dalam lima risiko teratas secara global.

"Keterkaitan antara dampak perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, keamanan pangan dan konsumsi sumber daya alam, merupakan kombinasi yang berbahaya. Tanpa adanya perubahan kebijakan atau investasi yang signifikan, ujar Head of Sustainability Risk Zurich Insurance Group John Scott pada Rabu (18/1/2023).

Menurut Scott, kombinasi masalah itu dapat mempercepat runtuhnya ekosistem, mengancam pasokan pangan, meningkatkan dampak bencana alam, dan menghambat kemajuan dalam mitigasi perubahan iklim. Pda akhirnya, seluruh masalah itu akan menjadi beban ekonomi.

"Apabila kita bertindak cepat, masih ada kesempatan di akhir dekade untuk mencapai 1,5ᵒ celcius dan mengatasi kondisi darurat alam," ujarnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper