Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Inflasi Oktober 2022 Melandai, Siap-siap Tekanan Masih Tinggi di Akhir Tahun

Berbagai upaya terus ditempuh untuk mengendalikan inflasi baik di pusat maupun daerah, terutama untuk meredam dampak rambatan kenaikan BBM.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 02 November 2022  |  11:18 WIB
Inflasi Oktober 2022 Melandai, Siap-siap Tekanan Masih Tinggi di Akhir Tahun
Ilustrasi inflasi - Freepik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Oktober 2022 mencatatkan deflasi sebesar 0,11 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). 

Secara tahunan inflasi pada periode tersebut mencapai 5,71 persen (year-on-year/yoy), lebih rendah jika dibandingkan dengan realisasi bulan sebelumnya sebesar 5,95 persen yoy.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan perkembangan tersebut dipicu oleh harga pangan hortikultura yang melanjutkan tren menurun, sementara rambatan dampak kenaikan BBM terus mengecil.

Secara tahunan, inflasi harga bergejolak atau volatile food tercatat melambat menjadi 7,2 persen yoy dari September yang mencapai 9,02 persen. Secara bulanan mtm, inflasi volatile food mengalami deflasi sebesar 1,49 persen. 

“Melimpahnya stok pangan hortikultura mendorong penurunan harga, seperti pada aneka cabai, produk unggas, dan tomat,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (2/11/2022).

Di sisi lain, harga beras mengalami peningkatan dipengaruhi oleh kelangkaan pupuk dan pengaruh cuaca yang mengganggu produksi panen gadu.  

Febrio mengatakan, pemerintah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi komoditas pangan agar inflasi pangan tetap terkendali. 

Dana Insentif Daerah (DID) yang diberikan kepada pemerintah daerah pun dinilai terbukti efektif mendorong daerah untuk lebih bekerja keras lagi dalam pengendalian inflasi di daerah.

Inflasi inti pada Oktober 2022 tercatat masih melanjutkan tren kenaikan, mencapai 3,3 persen yoy, sedikit meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 3,2 persen yoy.

Kenaikan ini didorong oleh kenaikan inflasi beberapa kelompok pengeluaran seperti perumahan, transportasi, pendidikan, dan jasa penyediaan makanan dan minuman/restoran. 

Sementara itu, inflasi administered price tercatat stabil pada 13,3 persen yoy didorong oleh dampak lanjutan penyesuaian harga BBM pada September. 

Febrio mengatakan, berbagai upaya terus ditempuh untuk mengendalikan inflasi baik di pusat maupun daerah, terutama untuk meredam dampak rambatan kenaikan BBM. Operasi pasar juga digelar di berbagai daerah untuk menjaga stabilitas harga pangan dengan koordinasi antara Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). 

“Peran TPIP dan TPID telah berhasil menjaga inflasi volatile food. Kinerja baik ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Ke depan, tekanan inflasi terkait efek musiman khususnya musim penghujan masih harus diwaspadai bersama,” kata Febrio.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi tekanan inflasi inflasi inti ihk deflasi
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top