Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Forum B20 Dukung Pengembangan Pasar Karbon, Ini Caranya

Permintaan pasar karbon sukarela diperkirakan tumbuh 6 kali lipat pada tahun 2030.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 24 September 2022  |  07:25 WIB
Forum B20 Dukung Pengembangan Pasar Karbon, Ini Caranya
B20-G20 Dialogue: Trade & Investment Task Force yang digelar di Labuan Bajo, NTT, Jumat (23/9/2022). - Bisnis/Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bisnis.com, LABUAN BAJO – Chair B20 Indonesia Shinta Kamdani menekankan pentingnya pasar karbon atau carbon market bagi upaya melawan dampak perubahan iklim.

Hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutan dalam Forum B20-G20 Dialogue: Trade and Investment Task Force yang digelar di Labuan Bajo, NTT, Jumat (23/9/2022).

“Pasar karbon memfasilitasi perusahaan untuk mengurangi jejak karbon dan membantu membiayai proyek pengurangan karbon dioksida dari atmosfer,” ungkap Shinta, dikutip Sabtu (24/9).

Ia melanjutkan, permintaan pasar karbon sukarela diperkirakan tumbuh 6 kali lipat pada tahun 2030. Hal ini menciptakan peluang bagi negara-negara untuk berkontribusi secara substansial dari kredit karbon, khususnya negara emerging market.

“Namun, setiap negara belum mampu menangkap potensi pasar karbon karena keterbatasan akses terhadap pendanaan, pengetahuan, dan best practices,” lanjutnya.

Untuk itu, lanjutnya, Gugus tugas perdagangan dan investasi B20 mendukung pasar karbon dengan menyediakan akses pendanaan, peningkatan kapabilitas, dan best practice.

“Jika kita tidak mengatasi masalah ini, dunia akan kehilangan kesempatan untuk membantu negara-negara berkembang tumbuh sambil bertransisi ke ekonomi rendah karbon,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa anggota gugus tugas perdagangan dan investasi B20 telah bekerja untuk mengatasi masalah ini sejak awal. Gugus tugas telah merumuskan sejumlah rekomendasi kebijakan.

Selain itu, ia mengatakan bahwa gugus tugas ini  telah mendapat manfaat yang signifikan dari banyak negara yang bergabung melalui keberagaman dan inklusivitas

“Berbagai pemikiran dan aspirasi dari berbagai negara, masing-masing dengan kekuatan dan kepedulian yang berbeda membantu menciptakan kebijakan inklusif dari komunitas B20 dan G20 yang lebih besar,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Forum Bisnis B20 karbon emisi karbon shinta widjaja kamdani
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top