Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Penerbangan Diproyeksi Membaik Semester II/2022, Ini Penyebabnya

Sejumlah faktor dinilai akan menjadi pemicu kenaikan permintaan terhadap maskapai penerbangan pada semester II/2022.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 25 Juli 2022  |  21:08 WIB
Industri Penerbangan Diproyeksi Membaik Semester II/2022, Ini Penyebabnya
Pesawat udara berada di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (8/3/2019). - ANTARA/Fikri Yusuf
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA –  Tingkat permintaan penerbangan selama semester II/2022 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan dengan pada semester I/2022.

"Kalau melihat dari jumlah penumpang tahun ini hingga saat ini sih sepertinya recovery jumlah penumpang domestik bisa tercapai akhir tahun ini," ujar pemerhati penerbangan dari Jaringan Penerbangan Indonesia atau Japri Gerry Soejatman, Senin (25/7/2022).

Gerry juga menyebut tekanan biaya dari avtur mulai melonggar. Berdasarkan pengamatannya, pergerakan harga minyak dunia perlahan mulai turun pada akhir Juni 2022, dari US$120 menjadi US$96. Melihat tren penurunan tersebut, dia juga berharap harga avtur akan ikut turun.

Meski demikian, harga minyak mentah diakuinya masih sangat volatil selama perang Ukraina-Rusia berlanjut.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyebut sejumlah tantangan sektor penerbangan di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang mulai membaik.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Sektor Perhubungan Denon Prawiraatmadja mencatat adanya sejumlah tantangan ke depan yang dihadapi oleh sektor penerbangan.

Dia memaparkan tantangan sejumlah sektor tersebut yaitu terkait dengan ketersediaan pesawat yang terbatas. Saat ini, paparnya, ada sekitar 40 persen dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi.

Kemudian, lanjutnya, jam operasi yang juga masih terbatas di sejumlah bandara di Indonesia. Tak hanya itu, dengan kondisi jumlah pesawat yang terbatas, maka preferensi maskapai hanya berfokus di rute-rute prioritas.

"Ada slot yang masih belum kami optimalkan, juga terkait restrukturisasi utang dan stimulus serta upaya negosiasi dengan lessor untuk skema baru sewa pesawat,” ujarnya.

Meski menghadapi tantangan, Denon meyakini tetap ada peluang untuk optimalisasi bisnis kargo dan penyelenggaraan penerbangan perintis di rute-rute dengan tingkat pergerakan rendah.

Dengan demikian, pelaku usaha juga tetap optimistis terhadap isu-isu keberlanjutan untuk menemukan cara baru pada era normal baru di tengah penerapan kebijakan yang ketat dan ancaman depresi ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri penerbangan avtur maskapai penerbangan pemulihan ekonomi
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top