Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Proses Pelepasan 40 Persen Saham Jasa Marga di Jalan Tol MBZ Tinggal Tunggu Ini

Jasa Marga melepas 40 persen kepemilikan sahamnya di Jalan Tol MBZ dan tinggal menunggu pemenuhan beberapa persyaratan pendahuluan yang diatur dalam CSPA.
Jasa Marga melepas 40 persen kepemilikan sahamnya di Jalan Tol MBZ dan tinggal menunggu pemenuhan beberapa persyaratan pendahuluan yang diatur dalam CSPA/Antara
Jasa Marga melepas 40 persen kepemilikan sahamnya di Jalan Tol MBZ dan tinggal menunggu pemenuhan beberapa persyaratan pendahuluan yang diatur dalam CSPA/Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Proses pelepasan kepemilikan 40 persen saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk. di Jalan Tol Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) hampir tuntas.

Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana menyampaikan bahwa pihaknya mengurangi kepemilikan sahamnya pada PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) dari yang sebelumnya 80 persen menjadi 40 persen kepada PT Marga Utama Nusantara, anak usaha PT Nusantara Infrastructure Tbk. (META).

Dia mengatakan proses divestasi tersebut memasuki tahap penandatanganan conditional sale and purchase agreement of shares (CSPA) yang dilakukan pada Kamis (30/6/2022).

“Penyelesaian transaksi masih akan bergantung kepada pemenuhan beberapa persyaratan pendahuluan sebagaimana yang diatur dalam CSPA. Kami berharap, seluruh proses transaksi ini dapat terlaksana dengan lancar sesuai target,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (4/7/2022).

Lisye menjelaskan, penandatanganan CSPA tersebut merupakan langkah awal dan wujud komitmen kerja sama strategis antara Jasa Marga dan PT Marga Utama Nusantara dalam pengusahaan Jalan Layang MBZ, melalui PT JJC sebagai Badan Usaha Jalan Tol yang mengelola.

Di samping itu, pelepasan saham tersebut juga dalam rangka mengoptimalkan portofolio bisnis perseroan pada 2022. Untuk itu, Jasa Marga kembali melanjutkan program asset recycling sebagai bagian dari strategi korporasi untuk menyeimbangkan pertumbuhan dan kesinambungan bisnisnya.

“Tentunya dengan selalu menerapkan prinsip-prinsip good corporate governance pada setiap tahapannya, hingga penandatanganan sale and purchase agreement sebagaimana yang direncanakan,” jelas Lisye.

Adapun, Jalan Layang MBZ yang dikelola oleh PT JJC memiliki peran penting dalam jaringan Jalan Tol Trans Jawa sebagai jalur penghubung utama wilayah Jabotabek ke arah timur.

Beroperasinya jalan tol ini memberikan dampak positif terhadap kelancaran jalur Jakarta-Cikampek, dengan bertambahnya kapasitas jalan tol tersebut sehingga terjadi penurunan V/C Ratio yang berpengaruh terhadap peningkatan kecepatan rata-rata dari Simpang Susun Cikunir sampai dengan Karawang Barat.

Dilansir dari laman Kementerian PUPR, pembangunan Jalan Tol Layang Japek, sebelum berganti nama menjadi MBZ, dikerjakan oleh kontraktor PT Waskita Karya (Persero) Tbk. bersama PT Acset Indonusa Tbk. (Kerjasama Operasi). Pengusahaannya dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) yang merupakan anak usaha dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan nilai investasi sebesar Rp16.2 Triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper