Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Begini Pengembangan Infrastruktur Digital Penerapan MLFF di Jalan Tol

BPJT menjelaskan pengembangan infrastruktur digital untuk implementasi MLFF di jalan tol.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 23 Mei 2022  |  15:38 WIB
Kendaraan melintasi gerbang jalan Tol Trans Sumatera, Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, Jumat (6/5/2022). Arus balik dari arah Palembang menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung pada H3 Lebaran terpantau ramai dan lancar.  - Antara
Kendaraan melintasi gerbang jalan Tol Trans Sumatera, Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung, Jumat (6/5/2022). Arus balik dari arah Palembang menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung pada H3 Lebaran terpantau ramai dan lancar. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mulai mempersiapkan infrastruktur digital untuk implementasi sistem transaksi tol nontunai nirsentuh berbasis Multi Lane Free Flow (MLFF) di jalan tol pada Desember 2022.

Kepala BPJT Danang Parikesit mengatakan saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melakukan pengembangan atas infrastruktur sistem transaksi tol nontunai nirsentuh berbasis MLFF tersebut.

"Pengembangan baik dari sisi perangkat lunak maupun perangkat keras yang saat ini dikembangkan oleh Badan Usaha Pelaksana [BUP] Sistem MLFF," katanya, Senin (23/5/2022).

Sebelumnya, Kementerian PUPR melalui BPJT terus melakukan inovasi yang mengacu pada Teknologi Toll Road 4.0 dalam peningkatan pelayanan yang maksimal bagi pengendara di jalan tol sesuai dengan Transformasi, Inovasi, dan Modernisasi (TIM) jalan tol di Indonesia.

Danang menyebut dengan adanya penerapan teknologi transaksi MLFF yang akan diterapkan di jalan tol di Indonesia ini, nantinya pengendara selaku pengguna jalan tidak perlu lagi berhenti di gerbang tol apalagi mengantre tapping kartu uang elektronik saat melakukan pembayaran.

Adapun implementasi sistem transaksi tol nontunai nirsentuh berbasis MLFF ini, sambung dia, akan dilakukan secara bertahap di beberapa ruas jalan tol.

"Untuk tahap awal implementasi dimulai dengan masa transisi pada beberapa ruas jalan tol, di mana sebagian gardu pada setiap gerbang tol masih dapat menggunakan kartu tol elektronik," ujar Danang dalam siaran pers, Jumat (20/5/22).

Dia menegaskan, untuk penerapannya direncanakan pada akhir 2022. Sedangkan untuk ruas jalan tol yang akan diterapkan sistem tersebut masih dalam pembahasan.

Nantinya, imbuh Danang, teknologi yang diterapkan pada MLFF yaitu menggunakan Global Navigation Satelit System (GNSS), yakni sistem yang memungkinkan melakukan transaksi melalui aplikasi di smartphone dan dibaca melalui satelit.

Sebagai tambahan, nantinya perangkat yang rencananya digunakan pada transaksi nirsentuh MLFF adalah Electronic On-Board Unit atau dikenal dengan E-OBU, dan perangkat Electronic Route Ticket. Pengguna dapat memilih titik masuk dan keluar sesuai rute perjalanan sekali pakai.

Penerapan transaksi nirsentuh MLFF tentunya memiliki manfaat sangat besar karena bisa menghilangkan waktu antrean menjadi nol detik yang sebelumnya maksimal 5 detik dengan penggunaan uang elektronik (e-Toll).

Manfaat lain adalah efisiensi biaya operasi dan juga meminimalisir bahan bakar kendaraan. Selain memudahkan pengguna jalan karena bayar tol tanpa hambatan, informatif, aman, nyaman dan berkelanjutan dan juga dapat meningkatkan efisiensi pendapatan tol, serta mengurangi tingkat kemacetan pada jam-jam padat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol bpjt Multi Lane Free Flow (MLFF)
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top