Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jaga Harga, Pakar Minta Perluas Sumber Impor Daging Sapi

Menurut pakar dari IPB, perluasan sumber impor daging sapi perlu dilakukan menyusul ketidakpastian pasar akibat varian baru Covid-19 berjenis B.1.1.529 atau Omicron di sejumlah negara. 
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 30 November 2021  |  21:35 WIB
Rumah pemotongan hewan, di Karawaci, Minggu (19/6).  - JIBI/Deliana Pradhita Sari
Rumah pemotongan hewan, di Karawaci, Minggu (19/6). - JIBI/Deliana Pradhita Sari

Bisnis.com, BANDUNG — Pakar Agribisnis dari IPB University Bayu Krisnamurthi meminta pemerintah untuk menambah daftar negara sumber impor daging sapi untuk menjaga stabilitas harga pada tahun depan. Langkah itu perlu diambil menyusul ketidakpastian pasar akibat varian baru Covid-19 berjenis B.1.1.529 atau Omicron di sejumlah negara. 

"Menghadapi situasi pasar yang tidak menentu, dalam jangka pendek, hanya ada opsi memperbanyak negara sumber impor dan opsi mengkombinasikan antara sapi hidup (bakalan atau siap potong), daging beku, atau daging olahan dan protein beku," kata Bayu melalui pesan WhatsApps, Selasa (30/11/2021).

Selanjutnya, Bayu menambahkan, pemerintah mesti mengeluarkan izin impor lebih awal sehingga importir dalam negeri bakal mempunyai waktu untuk mengelola sejumlah hal dalam situasi yang sulit.

"Dalam konteks peningkatan produksi dalam negeri harus ada langkah berani dan tegas. Misalnya, dalam lima hingga tujuh tahun tidak boleh ada pemotongan sapi dalam negeri yang produktif," kata dia.

Selain itu, kata dia, pemerintah harus menaruh investasi yang konsisten untuk riset dan pengembangan teknologi di bidang pembibitan, alternatif pakan, hingga usaha peternakan.

"Riset dan pengembangan yang sangat intensif plus berkesinambungan untuk mengembangkan sapi lokal. Plus insentif jelas dan tegas bagi investasi peternakan," kata dia.

Sebelumnya, asosiasi importir daging sapi memastikan stok yang saat ini dikelola para pengusaha dalam kondisi aman. Neraca sampai akhir tahun diproyeksi surplus. 

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi) Suhandri menyebutkan stok daging sapi impor di asosiasi mencapai 12.900 ton. Sementara volume yang disalurkan selama November dan Desember diperkirakan sekitar 2.000 sampai 2.100 ton. 

“Stok kita dalam kondisi berlebihan kalau untuk daging sapi impor. Harga juga cenderung stabil dari negara pemasok,” kata Suhandri, Senin (18/11/2021).

Dia menyebutkan 60 persen pasokan daging sapi berasal dari Australia, yang juga memasok sapi bakalan untuk Indonesia. Terlepas dari kondisi harga sapi bakalan yang stabil tinggi, dia mengatakan harga daging sapi tidak akan naik signifikan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor daging sapi omicron
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top