Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Freeport Indonesia Beberkan Alasannya Bangun Smelter di Gresik

Keberadaan perusahaan yang mampu menyerap limbah dalam jumlah besar di Gresik, Jawa Timur, menjadi alasan PT Freeport Indonesia membangun smelternya di wilayah itu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 November 2021  |  23:26 WIB
Vice President Corporate Communication PT Freeport Indonesia, Riza Pratama saat memberikan penjelasan kepada media di Gresik terkait pembangunan Smelter, Jumat (26/11/2021). - ANTARA/Abdul Malik Ibrahim
Vice President Corporate Communication PT Freeport Indonesia, Riza Pratama saat memberikan penjelasan kepada media di Gresik terkait pembangunan Smelter, Jumat (26/11/2021). - ANTARA/Abdul Malik Ibrahim

Bisnis.com, JAKARTA – Keberadaan perusahaan yang mampu menyerap limbah dalam jumlah besar di Gresik, Jawa Timur, menjadi alasan PT Freeport Indonesia membangun smelternya di wilayah itu.

Vice President Corporate Communication PT Freeport Indonesia Riza Pratama mengatakan bahwa dua perusahaan besar yang sangat membutuhkan limbah smelter adalah Petrokimia Gresik dan Semen Indonesia.

“Seperti limbah asam sulfat yang digunakan untuk bahan dasar pupuk di Petrokimia. Kemudian limbah tembaga untuk bahan pabrik semen. Jadi pilihan tempat di Gresik sangat tepat. Tidak ada bahan yang akan dibuang sembarangan, melainkan ada industri yang bisa menyerap limbah,” kata Riza, saat acara bersama media di Gresik, Jumat (26/11/2021).

Dia memastikan bahwa tidak akan ada limbah yang terbuang dari proses olahan smelter Freeport di Gresik, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan keberadaan Smelter di Kota Santri tersebut.

Riza menuturkan, selama ini proses olahan smelter lebih banyak diekspor ke luar negeri, sedangkan apabila Smelter dibangun di Gresik diharapkan akan diserap pasar dalam negeri.

Pasalnya, produk limbah berupa tembaga mampu dijadikan bahan dasar pembuatan telepon seluler, serta alat elektronik dan otomotif.

“Kenapa tidak dibangun di Papua, karena biayanya cukup tinggi. Karena di sana tidak ada industri yang menyerap,” katanya.

Riza juga mengatakan, proyek pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di Gresik telah berjalan sesuai rencana, dan hingga kini mencapai 8 persen, setelah diresmikan Presiden Joko Widodo.

Smelter itu sendiri ada di kawasan Java Integrated and Industrial Port Estate (JIIPE), dan menempati lahan seluas 100 hektare, dengan proyek pengerjaannya dilakukan perusahaan kontraktor PT Chiyoda International Indonesia (CII) yang saat ini masih fokus melakukan pemadatan lahan.

Rencananya, smelter itu akan memiliki kapasitas 1,7 juta ton konsentrat per tahun, serta 480.000 ton logam tembaga, serta fasilitas precious metal refinery (PMR).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smelter gresik freeport indonesia

Sumber : Antara

Editor : Lili Sunardi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top