Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hindari Urbanisasi, Pertumbuhan Desa Lewat BUMDes Digenjot

Pemerintah kini tengah menekan jumlah urbanisasi dan bahkan mendorong kembalinya masyarakat desa yang dulunya pindah ke kota, untuk kembali ke desa yang ekonominya tengah dibangun.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 17 Mei 2021  |  16:41 WIB
Petugas BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) AL-Barokah melayani masyarakat yang melakukan pinjaman untuk hajatan di Desa Gambor, Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (6/11/2018). Bumdes Al Barokah Desa Gambor menyediakan pinjaman khusus untuk hajatan bagi warga dengan jaminan surat nikah, agar tidak terjebak rentenir. - ANTARA/Budi Candra Setya
Petugas BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) AL-Barokah melayani masyarakat yang melakukan pinjaman untuk hajatan di Desa Gambor, Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (6/11/2018). Bumdes Al Barokah Desa Gambor menyediakan pinjaman khusus untuk hajatan bagi warga dengan jaminan surat nikah, agar tidak terjebak rentenir. - ANTARA/Budi Candra Setya

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah tengah mendorong upaya memajukan ekonomi desa dengan membantu pertumbuhan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Salah satu tujuannya agar para masyarakat desa tidak melakukan urbanisasi atau berpindah ke kota.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan pemerintah kini tengah menekan jumlah urbanisasi dan bahkan mendorong kembalinya masyarakat desa yang dulunya pindah ke kota, untuk kembali ke desa yang ekonominya tengah dibangun.

“Kita sekarang berusaha untuk menekan urbanisasi, bahkan bila perlu membalik dari urbanisasi menjadi ruralisasi,” ujar Abdul pada acara ‘Halabihalal Gus Menteri dan Ketua BUMDes’ secara virtual, Senin (17/5/2021).

Menurut Abdul, caranya adalah dengan menekankan desa harus menjadi kekuatan ekonomi. Maka itu, dia mendorong pengelolaan ekonomi dari hulu ke hilir oleh BUMDes di level desa dan BUMDESMA (Badan Usaha Masyarakat Desa Bersama) di level kecamatan sampai provinsi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Dengan merujuk pada lirik lagu ‘Desa’ dari musisi Iwan Fals, Abdul juga mengatakan negara harus berpihak kepada petani. Abdul menuturkan hal tersebut didorong juga oleh Presiden Joko Widodo melalui sejumlah program seperti Food Estate, dan modernisasi pertanian.

“Supaya milenial tidak segan untuk bertani dan membangun pemahaman baru tentang pertanian. Sehingga pertanian adalah industri, dan pertanian [dipahami] bukan seperti dulu lagi. Itulah yang terus dilakukan oleh Pak Presiden,” ujar Abdul.

Adapun, kini Kementerian Desa PDTT tengah menunggu kepastian dari Kementerian Hukum dan HAM terkait dengan nomor registrasi BUMDes, sebagai salah satu tahapan proses penataan BUMDes berbadan hukum.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

urbanisasi BUMDes
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top