Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peminat Rumah MBR Mulai Naik Meski Tetap Bayar DP Minimal 1 Persen

Pembelian hunian oleh masyarakat berpenghasilan rendah tetap menunjukkan tren peningkatan meskipun khusus untuk segmen ini tetap diwajibkan membayar uang muka minimal sebesar 1 persen dari harga rumah.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 13 Mei 2021  |  00:05 WIB
Perumahan subsidi di Citayam di perbatasan Kota Depok dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat./Bisnis.com - Nurul Hidayat
Perumahan subsidi di Citayam di perbatasan Kota Depok dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat./Bisnis.com - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Program uang muka (down payment/DP) 0 persen untuk pembelian hunian yang telah diberikan sejak pertengahan Februari lalu ternyata tak dapat diminati oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Ketua Umum DPP Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Endang Kawidjaja mengatakan DP 0 persen tidak berlaku bagi rumah MBR. Pasalnya terdapat kentuan untuk rumah MBR harus membayar 1 persen DP.

"Jadi, DP 0 persen ini memang tidak berdampak bagi rumah untuk MBR, karena untuk membeli rumah MBR masih diwajibkan bayar DP minimal 1 persen," ujarnya kepada Bisnis pada Rabu (12/5/2021).

Namun demikian, menurutnya, peminat rumah MBR mulai meningkat dibandingkan dengan tahun lalu. Peminat rumah MBR merupakan end user yang memang memerlukan tempat tinggal.

"Saat ini peminat rumah MBR sudah mulai meningkat. Sekarang juga bank tak terlaku sulit memberikan persetujuan kredit KPR, tetapi memang tidak bisa memberikan DP 0 persen," tuturnya.

Sejak Maret tahun lalu, kondisi bisnis properti dalam keadaan tertekan akibat berbagai pembatasan yang diberlakukan untuk mencegah menyebarnya virus corona jenis Covid-19.

Meski demikian, di tengah masa pandemi yang telah lebih dari setahun ini, kalangan pengembang mampu tetap bertahan terutama bagi mereka yang menggarap bisnis perumahan tapak.

Pengembangan proyek rumah tapak juga diprediksi bakal terus menjadi fokus bagi para developer, karena memang kebutuhannya tetap ada di tengah tekanan terhadap sebagian besar sektor bisnis ini, terutama end user.

Bahkan, bagi para pembeli properti yang bertujuan investasi pun, oleh kalangan developer dan pengamat bisnis properti, tetap merupakan pilihan yang tepat, karena harganya diprediksi melesat cepat begitu pandemi berlalu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti perumahan perumahan sederhana
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top