Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Kaltimtara Genjot KPR FLPP di Ibu Kota Baru

PT SMF, PPDPP, dan Bank Kaltimtara menjalin sinergi yang akan memacu penyaluran dana KPR FLPP di Kalimantan Timur yang merupakan lokasi ibu kota negara yang baru.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 01 Juli 2021  |  23:27 WIB
Ilustrasi perumahan bersubsidi di Palembang, Sumatra Selatan./Antara - Nova Wahyudi
Ilustrasi perumahan bersubsidi di Palembang, Sumatra Selatan./Antara - Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA – Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan atau PPDPP dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) bersinergi dengan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Utara (Bank Kaltimtara) untuk meningkatkan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) di Kaltim yang merupakan calon ibu kota negara.

Kerja sama itu direalisasikan melalui penandatanganan kerja sama tripartit dan bipartit Program Dana Pendamping SMF KPR FLPP tahun 2021 yang ditandatangangi oleh Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin, Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo, dan Direktur Utama Bank Kaltimtara Muhammad Yamin melalui seremonial secara daring pada Rabu (30/6/2021).

Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Ananta Wiyogo mengatakan melalui kerja sama tersebut SMF berperan dalam menyediakan dana pendampingan untuk mengurangi beban fiskal pemerintah dengan membiayai porsi 25 persen pendanaan KPR FLPP sehingga pemerintah hanya menyediakan 75 persen dari total pendanaan FLPP dari semula yang sebesar 90 persen.

"Dana pendampingan dari SMF diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengatasi mismatch funding pada penyaluran KPR FLPP serta menjadi bagian dalam usaha mendukung percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) khususnya di sektor perumahan," ujarnya melalui keterangan tertulis pada Kamis (1/7/2021).

Dia menuturkan Bank Kaltimtara dapat menjadi mitra strategis yang dapat saling memberikan dukungan kepada peningkatan penyaluran KPR di daerahnya, terlebih ke depannya Kalimantan Timur akan menjadi ibu kota negara Indonesia. Hal tersebut, menurutnya, merupakan potensi sinergi jangka panjang bagi SMF dengan Bank Kaltimtara.

Terkait dengan sinergi dalam Program KPR FLPP, sejak Agustus 2018 hingga saat ini, SMF telah merealisasikan penyaluran dana KPR FLPP kepada 187.276 debitur dengan total penyaluran dana Rp6,3 triliun melalui 15 bank penyalur KPR FLPP.

Realisasi penyaluran KPR FLPP tersebut merupakan komitmen SMF dalam program penurunan beban fiskal yang direalisasikan melalui pemberian dukungan kepada pemerintah lewat program KPR FLPP, berkoordinasi dengan PPDPP Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Kami optimis sinergi ini dapat memberikan kontribusi kepada percepatan pemulihan ekonomi nasional serta mendorong peningkatan penyaluran KPR FLPP khususnya di berbagai daerah di Indonesia,” kata Ananta.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama Bank Kaltimtara Muhammad Yamin menuturkan kerja sama ini dapat mendorong Bankaltimtara untuk memaksimalkan penyaluran KPR layak huni bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) serta dapat melanjutkan kerja sama dalam mendukung pendanaan jangka menengah dan panjang bagi Bankaltimtara dalam penyaluran KPR.

“Kami berharap kerja sama ini dapat menjadikan Kaltim sebagai ibu kota baru yang modern melalui konsep smart city dan forest city, serta menjadikannya sebagai simbol identitas bangsa dan negara Indonesia,” ungkapnya.

Dia juga berharap ibu kota baru dapat meningkatkan kehidupan ekonomi seluruh masyarakat pulau Kalimantan agar mampu bersaing dalam tuntutan modernisasi sebuah ibukota negara dengan tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal.

Tahun ini, target FLPP dari Bank Kaltimtara adalah sebesar 300 unit rumah dengan nilai Rp32,19 miliar. Realisasi FLPP Bank Kaltimtara per 29 Juni 2021 adalah sebesar 239 unit dengan nominal Rp27,55 miliar atau 85 persen dari target.

Dari capaian tersebut Bank Kaltimtara telah memenuhi kriteria untuk melakukan penambahan kuota FLPP.

Sementara itu, Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin mengatakan bahwa saat ini PPDPP dan SMF membahas penurunan porsi FLPP menjadi 60 persen dan 40 persen. "Harapan ke depannya adalah dapat menambah kuantitas KPR FLPP untuk disalurkan kepada MBR," tuturnya.

Untuk diketahui, PPDPP telah bersinergi dengan SMF dalam mendanai porsi 25 persen dari KPR FLPP sejak Agustus 2018.

Pemerintah melalui PPDPP pada 2021 menempatkan anggaran penyaluran FLPP sebesar Rp19,12 triliun yang terdiri dari Rp16,12 triliun DIPA 2021 dan Rp2,5 triliun dari pengembalian pokok, untuk 157.500 unit rumah.

Adapun realisasi FLPP per 30 Juni 2021 sebanyak 87.444 unit dengan nilai Rp9,52 triliun sehingga total penyaluran FLPP dari tahun 2010 hingga per 29 Juni 2021 adalah mencapai Rp65,11 Triliun untuk 852.299 unit rumah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

flpp perumahan sederhana kpr flpp sarana multigriya finansial
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top