Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembiayaan Rumah Bersubsidi, PPDPP Kaji Insentif untuk MBR

Pusat Pengelola Dana Pembiayaan (PPDPP) memprediksi puncak wabah Corona akan terjadi pada April nanti dan diperkirakan akan mempengaruhi permintaan rumah bersubsidi.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  14:04 WIB
Foto aerial kompleks perumahan bersubsidi di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (31/1/2020). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran perumahan bersubsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp11 triliun untuk 102.500 unit rumah pada 2020. Antara - Nova Wahyudi
Foto aerial kompleks perumahan bersubsidi di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (31/1/2020). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran perumahan bersubsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp11 triliun untuk 102.500 unit rumah pada 2020. Antara - Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA — Pusat Pengelola Dana Pembiayaan Perumahan memprediksi puncak wabah corona akan terjadi pada April mendatang dan diperkirakan akan mempengaruhi permintaan rumah bersubsidi.

Direktur Utama Pusat Pengelola Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Arief Sabarudin mengatakan meskipun hingga kini belum ada tanda-tanda perlambatan permintaan, tetapi pada puncak Corona yang diprediksi pada April mendatang diperkirakan akan berdampak juga pada perumahan subsidi.

Sebagai antisipasi, PPDPP bakal mengambil sejumlah langkah, termasuk memproses usulan keringanan cicilan dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Kami petakan terlebih dahulu Kamis ini [26/3/2020], sejauh mana dampaknya ke debitur baru akan kami pertimbangkan apa saja insentif yang diperlukan," katanya kepada Bisnis, Selasa [24/3/2020].

Adapun pertimbangan yang diambil, kata Arief, juga agar sejalan dengan pertimbangan otoritas jasa keuangan (OJK).

"Jadi pemetaan [rencana pemberian insentif] ini juga sudah kami lakukan bersama bank pelaksana," imbuhnya.

Untuk insentif yang paling mungkin dikucurkan, kata Arief, dari pembahasan yang dilakukan, akan muncul sejumlah pola penanganan sebelum kemudian diputuskan mana yang paling baik dilakukan.

"Mohon menunggu dulu hasil pemetaan PPDPP," tambahnya.

Sampai saat ini, PPDPP menyebut belum ada perlambatan permintaan rumah subsidi melalui aplikasi SiKasep. Hingga Selasa (24/3/2020) pukul 11:00 WIB, kredit pemilikan rumah (KPR) skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLP) yang sudah disalurkan telah mencapai 10.527 debitur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rumah bersubsidi kpr flpp Virus Corona
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top