Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kena 'Bogem' Pandemi, Keuntungan Perbankan AS Melorot hingga 36,5 Persen Tahun Lalu

Namun, keuntungan bank naik 9,1 persen pada kuartal keempat menjadi US$59,9 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena perusahaan-perusahaan mengurangi uang tunai yang mereka sisihkan untuk menjaga dari kerugian.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Februari 2021  |  12:34 WIB
Seorang nasabah memasuki kantor cabang Bank of America di Miami, Florida. - Bloomberg
Seorang nasabah memasuki kantor cabang Bank of America di Miami, Florida. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Keuntungan perbankan Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan 36,5 persen pada 2020 dari posisi tahun sebelumnya, setelah bank-bank harus menyisihkan dana dalam porsi besar untuk mencegah potensi kerugian akibat dihantam pandemi Covid-19. 

Kendati demikian, perbankan AS mulai menunjukkan tanda-tanda penguatan pada kuartal keempat ketika ekonomi mulai pulih dari pandemi.

Industri perbankan AS membukukan laba US$147,9 miliar pada tahun lalu, turun tajam dari rekor laba 2019, menurut Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC).

Namun, keuntungan bank naik 9,1 persen pada kuartal keempat menjadi US$59,9 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena perusahaan-perusahaan mengurangi uang tunai yang mereka sisihkan untuk menjaga dari kerugian.

Ketua FDIC Jelena McWilliams mengatakan data baru menunjukkan bahwa meskipun laba turun, bank membuktikan ketahanan mereka di tengah pandemi Covid-19.

Di tempat terpisah, saat bersaksi di depan Kongres, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral masih memperdebatkan apakah akan mengembalikan persyaratan modal yang lebih ketat pada bank-bank.

The Fed melonggarkan beberapa pembatasan leverage untuk bank-bank besar pada April, dengan keringanan itu akan berakhir pada akhir Maret.

Kelompok industri sudah mendesak untuk memberikan bantuan. Kelompok-kelompok top, termasuk Asosiasi Bankir Amerika dan Asosiasi Industri Sekuritas dan Pasar Keuangan, mengatakan dalam sebuah surat pada Selasa (23/2/2021) bahwa Fed harus memperpanjang standar yang dilonggarkan sesegera mungkin.

Kelompok tersebut mengatakan keringanan tersebut telah membantu bank-bank memainkan 'peran penting' dalam menstabilkan pasar dengan terus memberikan pinjaman selama penurunan.

Data baru menunjukkan pergerakan liar yang dialami industri perbankan pada 2020, ketika perusahaan-perusahaan berusaha menyisihkan miliaran dolar untuk berjaga-jaga terhadap kerugian ekonomi dari pandemi, hanya untuk mulai menghapus kerugian tersebut pada paruh kedua tahun ini.

Pertumbuhan laba yang dibukukan perbankan pada kuartal keempat terutama disebabkan oleh menyusutnya cadangan devisa terhadap potensi kerugian. FDIC mengatakan apa yang disebut kerugian provisi turun 76,5 persen pada akhir 2020 dibandingkan dengan akhir 2019 menjadi US$3,5 miliar, level terendah sejak 1995.

FDIC mencatat tantangan yang membayangi bagi bank-bank adalah lingkungan suku bunga rendah yang persisten. Pendapatan bunga bank menyusut selama lima kuartal berturut-turut, dan rata-rata margin bunga bersih tetap di rekor terendah di kuartal keempat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan amerika serikat keuntungan

Sumber : Antara

Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top