Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasar Properti 2021 Diprediksi Naik 15 Persen, Ini Pertimbangannya

Pasar properti sepanjang tahun lalu mengaklami penurunan cukup dalam akibat pandemi corona jenis Covid-19. Melihat kondisi itu, bisnis properti tahun ini mestinya bakal menuingkat berkisar 10 persen sampai 15 persen.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 13 Januari 2021  |  12:03 WIB
Ilustrasi proyek pembangunan perumahan di Cilejit, Tangerang, Banten. - Istimewa
Ilustrasi proyek pembangunan perumahan di Cilejit, Tangerang, Banten. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar properti tahun ini semestinya lebih baik dengan kenaikan penjualan berkisar 10 persen hingga 15 persen, kata CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda.

Prediksi kenaikan sebesar itu, menurut dia, dilatarbelakangi oleh penurunan yang cukup dalam yang terjadi sepanjang tahun lalu akibat pandemi virus corona jenis Covid-19.

“Terjadi penurunan yang cukup dalam tahun lalu. Jadi, secara umum harusnya pasar properti akan lebih baik pada tahun ini dengan kenaikan berkisar 10 persen sampai 15 persen, bila tidak ada kejadian luar biasa yang berdampak negatif bagi pasar properti itu sendiri,” ujarnya.

Dia mengutarakan bisnis properti tahun ini sangat menantang bagi pelaku pasar properti. Namun, dia memprediksi ketika pandemi mereda, pasar properti naik secara eksponensial, karena potensi permintaan yang tertunda masih sangat besar. Namun, hal itu baru terjadi paling cepat pada semester kedua tahun ini.

Mengenai perkembangan ekonomi global, menurut Ali, meskipun banyak yang memperkirakan akan tumbuh lebih baik, tetap perlu dicermati bahwa status lockdown yang diberlakukan kembali di beberapa negara dapat mengganggu ekonomi secara luas.

Belum lagi perkembangan di China yang relatif masih terganggu oleh masuknya kembali Covid-19. Pertumbuhan positif khususnya di China akan sangat berpengaruh pada ekonomi global terkait aktivitas ekspor impor yang semakin baik.

“Dengan beberapa faktor risiko dan kondisi penuh ketidakpastian, tentunya kita masih berharap banyak pasar properti akan tumbuh pada tahun ini,” ungkapnya.

Ali mengungkapkan pula bahwa sepanjang 2020, penjualan rumah jeblok, terburuk sejak bisnis properti memulai perlambatan pada 2013. Dia mengatakan penjualan perumahan sepanjang 2020 di Jabodebek–Banten sebagai benchmark perumahan nasional anjlok 31,8 persen dibandingkan dengan 2019.

Meski demikian, lanjutnya, penjualan segmen rumah dengan harga Rp1 miliar hingga Rp2 miliar sepanjang tahun lalu ternyata meningkat hingga 12,5 persen dibandingkan dengan 2019 di tengah kondisi segmen hunian lainnya menurun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti perumahan
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top