Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

REI : Bisnis Properti Hadapi Masa Paling Kelam

Pengembang menilai bisnis properti sekarang mengalami masa paling kelam akibat tekanan yang disebabkan oleh pandemi virus corona jenis Covid-19.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 10 Januari 2021  |  11:48 WIB
Wajah properti Jakarta./Bisnis - Arief Hermawan
Wajah properti Jakarta./Bisnis - Arief Hermawan

Bisnis.com, JAKARTA – Pandemi Covid-19 berdampak pada penjualan properti yang merosot tajam selama tahun lalu.

Wakil Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Hari Ganie mengatakan pandemi Covid-19 berdampak pada berkurangnya penjualan sektor properti dengan penjuakan subsektor perumahan mencapai 50 hingga 60 persen.

Dia menyebutkan untuk sektor perhotelan dan ritel penurunannya lebih parah lagi yakni mencapai 95 persen.

"Bisa dibilang sekarang kita [kalangan pengembang] menghadapi masa yang paling kelam saat ini," ungkap Hari Ganie.

Dia memprediksi pemulihan sektor properti akan memerlukan waktu yang lama. Bukan tak mungkin, lanjutnya, pandemi masih berdampak pada penjualan properti dalam 1–2 tahun ke depan.

"Per hari ini sektor perumahan properti sangat terdampak dari awal 2020 sampai hari ini dan kami perkirakan sampai 1 tahun, atau bahkan 2 tahun ke depan masih juga terdampak," kata Hari.

Dia berharap kehadiran UU Cipta Kerja dapat membenahi regulasi yang berkaitan dengan sektor properti dan menjadi katalis positif bagi industri properti.

Sepanjang tahun lalu, bisnis perumahan menjadi andalan pengembang di tengah keterpurukan bisnis properti secara keseluruhan yang melanda dunia akibat pandemi Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti perumahan
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top