Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perbaikan Industri Ban Terhambat Biaya Logistik

Pandemi Covid-19 sempat membuat utilisasi pabrikan selama April-September 2020 anjlok ke kisaran 64 persen. 
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 06 Januari 2021  |  16:54 WIB
Ilustrasi ban
Ilustrasi ban

Bisnis.com, JAKARTA – Peningkatan permintaan di pasar global membuat utilisasi industri ban nasional mulai kembali normal. Sayangnya, perbaikan tersebut kini terhambat lantaran biaya logistik yang meroket. 

Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia (APBI) menyatakan saat ini utilisasi pabrikan ban nasional telah membaik ke kisaran 70-80 persen. Seperti diketahui, pandemi Covid-19 membuat utilisasi pabrikan selama April-September 2020 anjlok ke kisaran 64 persen. 

"Ada peningkatan, tapi belum signifikan. Masih ada ketakutan konsumen [untuk membeli ban]," ujar Ketua APBI Azis Pane kepada Bisnis, Rabu (6/1/2021). 

Azis mengatakan ban tidak lagi menjadi kebutuhan primer selama pandemi. Alhasil, ujar Azis, konsumen tidak lagi mengikuti anjuran masa pemakaian ban yang berlaku. 

Menurutnya, konsumen akan memperpanjang masa pakai ban sekitar 2-3 bulan melebihi anjuran pemakaian. Pasalnya, pengeluaran untuk ban selama pandemi dialihkan ke kebutuhan pokok, seperti pangan.

Walakin, permintaan per Januari 2021 mulai menunjukan peningkatan di pasar luar dan dalam negeri. Azis mencatat permintaan pasar ekspor didorong oleh pemilihan industri otomotif di China, sedangkan permintaan pasar domestik didorong oleh industri sepeda motor. 

Dia menyebutkan permintaan ban dari Negeri Panda per Januari 2021 naik sekitar 5-10 persen dari kondisi normal. Tetapi, Azis menyatakan peningkatan permintaan tersebut tidak bisa dieksploitasi pabrikan lokal secara penuh. 

"Kalau ekspor terhambat dengan tingginya harga kontainer, tidak ada juga gunanya kami produksi sekarang. Kami hati-hati sekali [memilih order]," katanya. 

Azis mendata harga kontainer yang diterima pabrikan ban rata-rata naik hingga 600 persen dari kondisi normal. Adapun, lanjutnya, kenaikan harga tersebut sudah dialami industri ban nasional sejak November 2020. 

Azis menilai melonjaknya harga kontainer juga menjadi faktor tumbuhnya harga bahan baku, seperti karet sintetis, silika, carbon black, dan karet alam. Azis meramalkan harga bahan baku industri ban pada kuartal I/2021 dapat naik sekitar 15-20 persen dari kondisi normal. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri ban biaya logistik Covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top