Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konsumen Kurangi Anggaran Belanja untuk Libur Akhir Tahun

Riset oleh SurveySensum terhadap 500 responden di 5 kota besar menunjukkan anggaran belanja susut 14 persen, dan 52 persen narasumber berencana mengurangi pengeluaran pada musim liburan.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 23 Desember 2020  |  11:45 WIB
Pedagang memasukkan belanjaan ke dalam tas belanjaan di Pasar Tebet Barat.  Kelompok berpengasilan yang rendah mengalami tingkat kesulitan paling tinggi.  - Antara
Pedagang memasukkan belanjaan ke dalam tas belanjaan di Pasar Tebet Barat. Kelompok berpengasilan yang rendah mengalami tingkat kesulitan paling tinggi. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Belanja masyarakat pada libur akhir tahun diperkirakan turun signifikan dibandingkan dengan tahun lalu.

Riset oleh SurveySensum terhadap 500 responden di 5 kota besar menunjukkan anggaran belanja susut 14 persen, dan 52 persen narasumber berencana mengurangi pengeluaran pada musim liburan.

“Kami menemukan bahwa mayoritas konsumen dalam situasi keuangan yang lebih buruk pada tahun ini. Sebanyak 77 persen konsumen di Indonesia mengalami penurunan pendapatan akibat pandemi dan sekitar 67 persen konsumen mengalami penurunan pada tabungan mereka,” ungkap Rajiv Lamba, CEO SurveySensum & NeuroSensum, dikutip dari keterangan resmi riset 2020 Holiday Shopping Trends Report, Rabu (23/12/2020).

Sebanyak 64 persen konsumen lebih hati-hati dalam memilih, melakukan riset kecil sebelum mereka berbelanja. Sementara 57 persen lainnya mencari cara untuk lebih banyak berhemat.

Tak jauh berbeda, 52 persen konsumen berganti merek mereka dengan yang lebih murah, sedangkan 36 persen membeli produk dengan ukuran yang lebih besar.

Perubahan dalam perilaku berbelanja ini disebabkan oleh 58 persen konsumen yang lebih memperhatikan stabilitas ekonomi secara umum, 42 persen mengkhawatirkan keamanan keuangan keluarga mereka, dan 33 persen telah mengurangi anggaran belanja untuk menabung lebih banyak.

“Konsumen dari kelompok penghasilan yang lebih tinggi dan belum menikah cenderung tidak akan memotong anggaran mereka, sementara kelompok berpenghasilan rendah paling terdampak,” tambah Rajiv.

Kelompok berpengasilan yang rendah mengalami tingkat kesulitan paling tinggi. Setidaknya 55 persen dari mereka berencana untuk mengurangi belanja liburan akhir tahun ini. Penurunan pendapatan dan tabungan untuk kelompok ini jauh lebih buruk dibandingkan dengan kelompok lainnya lantaran sebesar 74 persen konsumen juga mengalami penurunan pendapatan rumah tangga mereka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pengeluaran anggaran belanja Libur Akhir Tahun
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top